Pengamat: Sinyalemen Politik Demokrat Kuat ke Koalisi Pemerintah

Fahreza Rizky, Okezone · Jum'at 14 Juni 2019 14:27 WIB
https: img.okezone.com content 2019 06 14 605 2066451 pengamat-sinyalemen-politik-demokrat-kuat-ke-koalisi-pemerintah-SGOCPrIlnx.jpg SBY saat menghadiri pidato kebangsaan Prabowo-Sandi. (Foto : Heru Haryono/Okezone)

JAKARTA – Partai Demokrat disebut memiliki niatan bergabung dengan koalisi Jokowi-Ma’ruf Amin, tapi ada kendala hingga mereka tak sepenuh hati gabung Prabowo-Sandi.

Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies, Jerry Massie, menyoroti beberapa momen seperti pertemuan Agus Yudhoyono dengan Jokowi, saat almarhumah Ani Yudhoyono dirawat di RS Singapura, dijenguk Jokowi, serta, momen penting saat Megawati hadir dalam pemakaman mantan ibu negara ini.

“Ini ada sinyalemen politik Demokrat akan merapat ke Jokowi jadi otomatis ini mereka mendukung pemerintah,” kata Jerry dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (14/6/2019).

Ia menilai Demokrat sejak awal menerapkan gaya politik bersayap dan berkaki dua. Menurutnya, dengan melihat real count, Demokrat bergerak cepat berbalik arah. “Berbeda kalau Prabowo menang maka Demokrat akan tetap dikoalisi Prabowo. Memang sejak awal SBY mau cari politik safety (aman),” ujarnya.

Ia mengatakan, memang sejak awal Demokrat tak sepenuh hati mendukung Prabowo-Sandi. Buktinya, lanjut Jerry, mereka kurang mendukung penuh Prabowo-Sandi saat Pilpres 2019 lalu.

SBY Hadiri Pidato Kebangsaan Prabowo-Sandiaga

“Jadi ini sudah kentara Demokrat tak ngotot, apalagi para kader di daerah justru mendukung Jokowi. Contoh, Gubernur Papua, Lukas Enembe, Gubernur Jatim, Soekarwo dan Wali Kota Manado serta banyak lagi justru mendukung Jokowi,” tuturnya.

Untuk usulan bubarkan koalisi, ia menilai itu merupakan bagian komunikasi politik saja Demokrat. Bagi Demokrat, Jerry menilai, tidak masalah putus hubungan koalisi lantaran hal tersebut bukan kali ini terjadi.


Baca Juga : PAN : Demokrat Masih Istiqomah Bersama Prabowo-Sandi

“Tapi memang bahasa politik Demokrat merupakan tamparan keras bagi koalisi Prabowo. Memang Demokrat masih ada sakit hati saat Agus Yudhoyono tak bertandem dengan Prabowo. Semua berubah jika bukan Sandiaga Uno tandem Prabowo, melainkan AHY,” katanya.

Ia pun memperkirakan langkah Demokrat barangkali akan diikuti PAN lantaran keduanya sejalan dalam sejumlah hal.


Baca Juga : Koalisi Jokowi Sepakat "Buka Pintu" bagi Partai Lain

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini