nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Siswa SMKN 5 Tangerang Tembus Google Science Fair

Koran SINDO, Jurnalis · Minggu 16 Juni 2019 13:28 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 16 65 2067021 siswa-smkn-5-tangerang-tembus-google-science-fair-Cp3QmtxD9y.png Ilustrasi: Google Science Fair

JAKARTA - Beberapa pelajar Indonesia mendapatkan penghargaan di bidang sains dan coding , yakni Reza Juliandri berusia 17 tahun dari SMKN 5 Tangerang, Banten. Dia ikut GCI adalah kompetisi pemrograman tahunan yang mengenalkan pelajar prakuliah (usia 13-17) pada pengembangan software open-source .

Sejak tahun 2010, lebih dari 8.000 pelajar dari 107 negara telah menyelesaikan lebih dari 40.000 tugas open-source . Pada tahun 2018 terdapat 15.323 tugas yang diselesaikan bersama 27 organisasi open-source .

Reza adalah salah satu dari 54 pemenang hadiah utama dari 19 negara yang telah berhasil menyelesaikan 1.668 tugas. Bulan depan Reza menghadiri acara penutupan yang diadakan pada 27 Juni 2019 di kantor pusat Google di California untuk bertemu dengan para mentor dan beberapa engineer Google.

Baca Juga: Canggihnya Mesin Pendingin Ikan Tenaga Surya Buatan Mahasiswa ITS

Untuk kompetisi Google Science Fair , yakni Celestine Wenardy dan Nicholas Patrick dari Indonesia telah terpilih dari 100 finalis internasional (termasuk 34 orang dari Asia Pasifik). Mereka masing-masing mendapatkan hadiah satu unit Chromebook.

GSF adalah sebuah kompetisi sains online yang terbuka bagi pelajar berusia 13-18 tahun dari seluruh dunia melalui kerja sama dengan Lego Foundation, National Geographic, Scientific American, dan Virgin Galactic.

Seorang pelajar berusia 16 tahun dari British School di Jakarta, Celestine melakukan penelitian tentang “Affordable Non-Invasive Continuous Blood Glucose Concentration Monitoring via Interferometry and Thermal Technology”.

Seorang pelajar berusia 16 tahun dari SMA Cita Hati di Surabaya, Nicholas mendaftarkan karya tentang “Tetrahedral Shoelace Algorithm: Calculating The Volume of Irregular Solids”.

Baca Juga: Fakta Menarik Pendaftaran SBMPTN 2019, Youtuber Bisa Daftar Jalur Prestasi

Lalu, lima mahasiswa dari Indonesia diterima masuk ke program Google Summer of Code pada tahun 2019, meningkat dari tiga orang pada 2018. GSoC adalah program global yang bertujuan memperkenalkan semakin banyak pelajar ke dunia pengembangan software open-source .

Mereka akan bekerja di organisasi opensource dalam proyek pemrograman selama tiga bulan pada masa liburan mereka. Mereka akan menerima uang saku, bertemu dengan orang-orang baru, mengembangkan keahlian baru, dan bekerja bersama para mentor dari seluruh dunia. Tahun ini adalah tahun ke-15 dari program ini.

“Kami sangat bangga dengan prestasi anak-anak muda Indonesia ini,” papar Jason

Corporate Communications Head dari Google Indonesia Tedjasukmana saat menyambut mereka di kantor Google Indonesia di Jakarta. “Kami merasa terinspirasi dengan semakin banyaknya pelajar Indonesia yang berkompetisi di ajang global.”

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini