nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fenomena di Balik Banjir Berkepanjangan yang Dialami Amerika Serikat

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Senin 17 Juni 2019 04:37 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 17 18 2067159 fenomena-di-balik-banjir-berkepanjangan-yang-dialami-amerika-serikat-QopO5koggE.jpg Foto: Getty Images

LIMA ratus hektare pertanian milik Blake Hurst di Westboro, Missouri terendam air.

Banjir bermula bulan Maret tahun ini, saat rangkaian hujan lebat dan salju cair melanda Missouri. Sejak itu, banjir tak terhindar karena Mei adalah bulan paling banyak hujan di Amerika.

Selain hujan, badai juga mendatangkan tornado - sebanyak 500 kali di bulan Mei saja, menurut laporan dari National Weather Service (NWS).

Sementara itu terjadi, sungai dan danau terus terisi air hingga memecahkan rekor dengan melampaui tanggul-tanggul, menutupi jalan raya, jembatan dan kota. Sejauh ini sudah tercatat 35 korban jiwa terkait banjir di kawasan ini menurut data NWS.

Pada tanggal 10 Juni, sebanyak 200 alat pengukur banjir di sepanjang Sungai Mississippi, Missouri dan Arkansas masih melaporkan terjadinya banjir, menurut National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA).

Foto: Getty Images

"Dekade ini mengalami banjir yang lebih besar daripada yang pernah kami alami di dekade sebelumnya. Ini melampaui itu semua dan menjadi sesuatu yang historis."

Ahli lingkungan Profesor Samuel Munoz dari Northeastern University mengatakan banjir tahun 2019 ini akan tercatat di buku sejarah.

Menurutnya, "tidak biasa" kawasan pedalaman Amerika dan Midwest mengalami badai besar dan cuaca buruk pada saat musim semi seperti ini".

Sebagiannya bisa jadi karena El Nino - yang membuat permukaan laut Pasifik menjadi hangat.

"El Nino cenderung memperkuat curah hujan dan cuaca buruk di daerah yang terlanda banjir," kata Profesor Munoz.

"Tapi perubahan iklim yang disebabkan manusia telah memperkuat variasi ini, menyebabkan lebih banyak terjadinya hujan di bulan yang sudah basah ini," tambah Munoz.

Keith Hillman, direktur tim manajemen darurat di Vilonia, Arkansas, mengatakan curah hujan di kotanya mencapai 1,4 meter sejak bulan Januari.

"Ini jauh di atas curah hujan normal tahun ini dan kalau hujan sebesar ini, pasti akan terjadi banjir," katanya.

Ketika saya temui, Hillman dan timnya sedang bersiap menghadapi banjir di Danau Conway. Salah seorang petugas mengatakan tingkat air di danau naik 30 sentimeter per jam.

"Sulit mengendalikan alam," kata Hillman.

Namun cara pengelolaan sungai-sungai besar ini menjadi faktor penyumbang bagi banjir bersejarah ini.

Jaringan sungai Mississippi terdiri dari jaringan bendungan, tanggul dan daerah tumpahan yang dikelola oleh US Army Corps of Engineers, kata Profesor Munoz.

Foto: Getty Images

"Upaya pengelola untuk meluruskan, memperdalam dan mempersempit sungai memperlihatkan bahwa perubahan-perubahan itu membuat aliran banjir semakin deras dan cepat."

Struktur sungai seperti itu mungkin diperlukan untuk kepentingan ekonomi, kata Munoz tetapi masalahnya, itu semua dirancang untuk iklim Abad ke-20, dan jika dibiarkan terus demikian maka keadaan akan makin memburuk.

Lori Arnold, direktur Palang Merah Amerika kawasan Arkansas mengatakan banjir seperti ini berjangka panjang.

Para penduduk di kawasan Midwestern percaya mereka mampu bertahan di rumah selama mungkin dan tidak mengungsi. Namun tahun ini berbeda sama sekali dari sebelumnya.

"Mereka mengalami kelelahan akibat banjir," kata Arnold. Ia menambahkan banyak penghuni tempat penampungan berkata penduduk enggan meninggalkan rumah karena peringatan resmi pemerintah sering dianggap membesar-besarkan masalah.

Maka ketika banjir besar sungguh-sungguh terjadi, mereka seperti tidak kaget lagi.

Sungai Mississippi dan anak sungainya, sungai Missouri, membentuk jaringan sungai terpanjang di Amerika Utara. Banjir memang kerap melanda kawasan itu tapi tahun 2019 merupakan yang terburuk.

Sungai yang meluap musim semi tahun ini membuat bendungan jebol dan terdapat kejadian di mana tanggul jebol dan air melanda kawasan yang luas.

Pada tahun 1993 ketika terjadi badai panjang pada musim semi dan musim panas, air sungai Mississippi melimpah dari sempadan sungai dan membanjiri 400.000 mil persegi yang melampaui sembilan negara bagian. Kerugian saat itu diperkirakan sebesar US$15 miliar. Saat itu hujan hampir terjadi setiap hari bulan Juni dan Juli 1993.

Di tahun 2019 ini, diperkirakan hujan akan turun 33-50% lebih besar daripada biasanya, jatuh di tanah yang sudah penuh genangan air.

Pekan ini National Weather Service mengeluarkan peringatan banjir di sepanjang sungai Missouri, Illinois, Ohio, Arkansas dan Mississippi.

Air sudah berkurang sebagian, tetapi 125 alat ukur memperkirakan 50% kemungkinan banjir lebih besar bulan Juni hingga Agustus.

Seorang petani, Blake Hurst mengatakan banyak petani yang percaya bahwa krisis iklim telah menyebabkan terjadinya cuaca buruk tahun ini, sementara yang lain menyalahkan pengelolaan aliran sungai.

"Tak peduli apakah masalahnya pengelolaan buruk atau perubahan iklim, kita perlu mencari cara yang lebih baik untuk mengatasi hal ini," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini