nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Tingkatkan Kasus Ustadz Lancip ke Penyidikan

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Senin 17 Juni 2019 17:37 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 17 337 2067465 polisi-tingkatkan-kasus-ustadz-lancip-ke-penyidikan-QF7AFNMTYn.JPG Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono (Foto: Okezone)

JAKARTA - Penyidik Polda Metro Jaya memutuskan untuk menaikkan status hukum kasus dugaan ujaran kebencian dengan terlapor atas nama KH Ahmad Rifky Umar Said Barayis atau yang akrab dipanggil Ustadz Lancip ke level penyidikan.

"Kami sudah menaikkan menjadi penyidikan. Nanti kami panggil (Ustadz Lancip) sebagai saksi. Kan kemarin kami telah memberikan waktu dan ruang untuk klarifikasi dan membela diri," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, Senin (17/6/2019).

Meski begitu, status Ustadz Lancip hinga kini masih sebagai saksi dan belum ditingkatkan menjadi tersangka. Menurut Argo, peningkatan status penyelidikan ke tahap penyidikan dilakukan setelah pihaknya melakukan gelar perkara. Selain itu, penyidik juga telah memeriksa saksi ahli.

"Setelah memeriksa saksi ahli, kemudian dilakukan gelar perkara, kita naikkan penyidikan," kata dia.

(Baca juga: Sebut Ada 60 Korban di Kerusuhan 22 Mei, Ustadz Lancip Dipanggil Polisi)

Sementara, terkait pemanggilannya hari ini, Argo memastikan bahwa Ustadz Lancip belum memberikan tanda-tanda akan bersikap kooperatif dalam menjalani proses hukum. "Sampai sekarang yang bersangkutan belum hadir," tuturnya.

Bentrok Massa Aksi 22 Mei

Ustadz Lancip akan dimintai keterangan atas dugaan tindak pidana ujaran kebencian (hate speech) dan berita bohong (hoaks) yang diketahui terjadi pada 7 Juni 2019 di Depok, Jawa Barat.

(Baca juga: Ustadz Lancip Akan Diperiksa, Polda Metro Jaya: Kami Tunggu Kehadirannya)

Polisi ingin ia menjelaskan terkait video ceramahnya yang membahas demo pada tanggal 21 dan 22 Mei 2019 yang berujung rusuh. Dalam video tersebut, Ustadz Lancip menyebut korban jiwa dalam kerusuhan tersebut mencapai hampir 60 orang dan ratusan orang masih hilang.

Dalam hal ini, Ustadz Lancip disangka melanggar Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45A ayat 2 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang ITE dan/atau Pasal 14 dan/atau Pasal 15 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana dan/atau Pasal 207 KUHP.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini