nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Australia Bersiap Lawan Serangan Siber yang Makin Canggih

Agregasi VOA, Jurnalis · Selasa 18 Juni 2019 08:26 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 18 18 2067655 australia-bersiap-lawan-serangan-siber-yang-makin-canggih-FPrPsVKoCv.jpg Serangan siber (Reuters)

AUSTRALIA - Para pemimpin militer Australia memperingatkan akan ancaman serangan siber yang semakin canggih. Mereka mengatakan meskipun bahayanya tidak memerlukan respons militer pada umumnya, Australia harus mencari cara-cara baru untuk mengatasinya.

Propaganda memang bukan hal baru, tapi cara penyebarannya berubah pesat akibat perkembangan teknologi. Para pejabat senior pasukan pertahanan Australia meyakini negara mereka semakin terpapar berbagai serangan siber dan misinformasi.

 Baca juga: Babi Seberat 300 Kg Ini Dilarang Jalan-Jalan di Tanah Milik Pemerintah

Mereka menyuarakan keprihatinan serupa yang disorot AS mengenai penggunaan berbagai serangan komputer serta manipulasi media sosial dan media massa ketika Rusia berupaya merebut Krimea dari Ukraina tahun 2014.

 Siber crime

Jenderal Angus Campbell, Kepala Pasukan Pertahanan Australia mengatakan, "Di dunia yang semakin terhubung, berbagai aktivitas mulai dari kampanye informasi, operasi siber dan pencurian hak atas kekayaan intelektual sampai pemaksaan dan propaganda yang menjatuhkan, mengikis dan merongrong... melanggar peraturan dan norma internasional, tapi negara yang menjadi sasaran tidak menganggapnya sebagai sesuatu yang perlu ditanggapi dengan perang."

 Baca juga: Australia Gagalkan Penyelundupan Sabu Senilai Rp11 Triliun

China diduga mengatur gelombang serangan siber terhadap bisnis-bisnis Australia. Bulan Desember, Australia mengatakan perusahaan-perusahaannya turut menjadi korban global dari kampanye serangan spionase siber besar-besaran yang didukung pemerintah China.

Konfirmasi itu datang setelah Departemen Kehakiman AS mendakwa dua warga Tionghoa, menuduh mereka melancarkan peretasan atas nama Kementerian Keamanan Negara di Beijing. Itu adalah pertama kalinya Australia secara eksplisit menyalahkan China atas kejahatan siber.

 Baca juga: Kecaman Muncul Setelah Polisi Gelar Razia di Kantor Redaksi ABC

Awal tahun ini, komputer-komputer di parlemen federal di Canberra diretas dalam apa yang diyakini para pejabat sebagai tindakan pemerintah asing.

Sebuah laporan baru-baru ini mengisyaratkan Australia perlu melatih 18.000 pakar komputer lagi sebelum 2026 untuk melancarkan perang keamanan siber. Tapi mengingat serangan siber semakin banyak dan canggih, angka itu diperkirakan masih kurang cukup memadai.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini