nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sekolah Dasar di Inggris Mempekerjakan Pembunuh Anak yang Terkenal Kejam

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Selasa 18 Juni 2019 17:06 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 18 18 2067890 sekolah-dasar-di-inggris-mempekerjakan-pembunuh-anak-yang-terkenal-kejam-dFBoGpS389.jpg Iria Gonzalez saat reka ulang pembunuhan. Foto/Metro

OXFORD - Seorang pembunuh anak asal Spanyol yang menggorok leher seorang gadis dan menikamnya lebih dari 30 kali, mendapatkan pekerjaan dengan bekerja sebagai asisten pengajar di sebuah sekolah dasar di Oxford, Inggris.

Iria Suárez González (35) bersama temannya membunuh seorang pelajar pada 2000. Tetapi ia dapat bekerja di Sekolah Dasar Oxford Barat selama 10 bulan setelah memanfaatkan celah hukum yang berarti ia tidak perlu membocorkan masa lalunya.

Staf sekolah dan murid tidak menyadari bahwa Gonzalez telah membunuh Clara Garcia selama bekerja di sana.

González, yang saat itu berusia 16 tahun, dan temannya yang berusia 17 tahun, Raquel Carlet Torrejón mengantar korban ke sebuah lapangan di mana mereka memotong lehernya dan menikamnya 32 kali.

Laporan media waktu itu mengatakan kedua pembunuh melakukan pembunuhan karena mereka ingin tahu "bagaimana rasanya membunuh seseorang".

BacaSkandal Seks di Universitas Warwick, Inggris: "Perkosa Mereka Semua Biar Kapok"

BacaPolitisi Pendukung Brexit Disiram MilkShake saat Kampanye

Dalam hukum Spanyol, semua kejahatan yang dilakukan oleh anak di bawah umur dapat dihapuskan setelah 10 tahun setelah pelaku mencapai usia 18 tahun.

Hal ini memungkinkan González, yang tetap berada di balik jeruji besi hingga 2006, untuk mendaftar ke sekolah Inggris pada 2016.

Dia kemudian dapat menghabiskan 10 bulan antara bulan September tahun itu hingga Juli 2017 bekerja di ruang kelas dengan anak-anak dan bersama guru yang tidak tahu apa-apa tentang sejarah kejahatannya.

Masa lalu González yang mengerikan baru terungkap setelah dia meninggalkan sekolah dan dewan kota disiagakan tiga bulan kemudian.

Dia ditangkap dan diseret ke Pengadilan Oxford Crown pada bulan Februari tahun ini dengan tuduhan penipuan karena diduga tidak mengungkap kasus pembunuhannya.

Tidak seperti di Spanyol, narapidana di Inggris diharuskan untuk mengungkapkan latar belakang kriminal mereka.

“Kami terus meninjau semua kasus sehingga kami dapat mempertimbangkan informasi baru apa pun yang terungkap,” kata seorang juru bicara Kejaksaan Kerajaan Inggris (CPS) mengutip Metro, Selasa (18/6/2019).

"Dalam hal ini, muncul keyakinan Suarez-Gonzalez dihabiskan yang mengakibatkan dakwaan dijatuhkan."

Dewan Kabupaten Oxford, yang mengawasi sekolah mengatakan perekrutan staf adalah tanggung jawab sekolah.

“Perekrutan bukan tanggung jawab dewan, itu adalah tanggung jawab masing-masing sekolah. Sekolah telah mengikuti proses perekrutan dalam hal perekrutan individu,” ujar seorang juru bicara Dewan Oxford.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini