nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Seorang Ibu dan Pasangan Perempuannya Mutilasi Anak Kandung karena Teringat Sang Ayah

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Selasa 18 Juni 2019 18:20 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 18 18 2067927 seorang-ibu-dan-pasangan-perempuannya-mutilasi-anak-kandung-karena-teringat-sang-ayah-lkCiUV9uAN.jpg Ilustrasi Foto/Shutter Stock

SAMAMBAIA - Seorang ibu dan pasangan perempuannya memutilasi penis putranya yang berusia sembilan tahun kemudian memenggalnya.

Rosana Candido (27) dan Kacyla Pessoa (28) asal Brasil, menikam bocah itu belasan kali dan membuang semua kulit wajahnya sebelum membantai tubuhnya.

Pembunuhan mengerikan itu terjadi karena Rhuan mengingatkan Candido pada ayahnya.

Pelaku telah mengaku membunuh dan memutilasi anak di rumah mereka di Samambaia, sekitar 20 mil dari ibu kota, Brasilia.

Laporan media lokal mengatakan pasangan itu bahkan menggunakan pisau untuk mencoba mencungkil bola mata bocah itu.

Mereka kemudian mencoba membuang mayatnya di atas panggangan. Namun karena gagal, mereka menaruh beberapa sisa tubuh Rhuan di dalam koper dan membuangnya di selokan.

Foto/Metro

Bagian tubuh lainnya disembunyikan di dua tas ransel di rumah pasangan itu. Kedua wanita itu menghadapi tuduhan pembunuhan, penyiksaan dan menyembunyikan mayat.

Candido telah memberi tahu para penyelidik bahwa setahun sebelum pembunuhan itu, pasangan itu memotong penis Rhuan yang mereka kerjakan sendiri.

BacaKelompok Bersenjata Tembak Mati 11 Orang di Sebuah Bar di Brasil

BacaTeriak "Mama Polisi", Burung Beo Ditangkap saat Penggerebekan Rumah Bandar Narkoba

Mereka memotong penis menggunakan alat ala kadarnya karena Rhuan ingin menjadi seorang gadis.

Setelah memotong penis, para pelaku mengatakan mereka menjahit organ wanita ke daerah yang dimutilasi,” demikian laporan mengutip Metro, Selasa (18/6/2019).

Candido merasa anaknya adalah beban dan penghalang hubungannya dengan Pessoa. Dia juga merasa benci dan mencintai anaknya karena mengingatkannya pada ayah, yang diduga telah melecehkannya.

Ayah Rhuan mengatakan kepada petugas polisi, Candido melarikan diri dengan bocah berusia lima tahun itu setelah dia dipenjara.

Candido kemudian tinggal bersama Pessoa dan putrinya, yang sekarang berusia sembilan tahun, dan dirawat pemerintah.

Kepala polisi Guilherme Melo mengatakan bahwa kekejaman itu mengejutkan para penyelidik.

“Dia membunuh putranya, dipotong-potong, dipenggal, mencabut kulitnya dan mencoba untuk menyingkirkan tubuhnya. Itu adalah kasus yang sangat mengerikan," katanya kepada media O Tempo.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini