nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cinta Ditolak, Palu Bertindak

Agregasi Balipost.com, Jurnalis · Selasa 18 Juni 2019 15:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 18 244 2067840 cinta-ditolak-palu-bertindak-F6Ekuoes6l.jpg ilustrasi (Shutterstock)

DENPASAR – Kasus penganiayaan terhadap karyawan swalayan Tiara Dewata, Ni Kadek Candrika Mirani terungka. Kejadiannya di kos-kosan Jalan Kapten Japa, Gang XVIII Nomor 10A, Denpasar Timur, Bali. Tersangkanya Adi Aprianto, pengendara ojek online.

Adi mengaku sakit hati karena cintanya ditolak sehingga menganiaya dan timbul niatnya memperkosa korban. Penganiayaan dilakukan dengan palu.

“Tersangka suka sama korban. Namun, saat pelaku mengajak jalan-jalan, korban menolak, ” kata Kapolsek Denpasar Timur, Kompol Nyoman Karang Adiputra, Selasa (18/6/2019).

Karang menyampaikan, sebelum kejadian, tersangka mengaku pernah mengintip korban mandi. Kebetulan kamar mandi tersebut tidak berisi plafon. “Di TKP ada dua kamar mandi dan letaknya bersebelahan. Kamar mandi tersebut tidak berisi plafon,” ujar mantan anggota Sepripim Polda Bali ini.Ilustrasi

Saat itu, tersangka sedang beres-beres karena mau pindah kos. Oleh karena itu, pria asal Lampung ini membawa palu dan gunting. Melihat korban mandi, langsung masuk ke kamar mandi sebelah lalu mengintipnya. Caranya, pelaku naik di atas bak mandi kamar mandi tersebut.

“Saat ngintip, pelaku jatuh ke kamar mandi korban. Korban langsung menutup badannya menggunakan handuk dan pelaku langsung memeluknya,” tambah Karang didampingi Kanitreskrim Iptu Reza Hafidz Dwi Saputro.

Mengingat kamar mandi itu sempit, korban jatuh di lantai dan langsung ditindih pelaku. Korban melakukan perlawanan sambil berteriak minta tolong. Hal ini membuat pelaku kalap. Korban dipukul dengan palu dan beberapa kali ditusuk menggunakan gunting.

“Jadi, kasusnya ada dua yaitu penganiayaan dan percobaan pemerkosaan. Barang bukti gunting dan palu telah kami amankan,” ujarnya seperti dilansir dari Balipost.

Kasus penganiayaan berat ituterjadi di kos-kosan Jalan Kapten Japa, Gang XVIII, Denpasar Timur, Selasa 11 Juni 2019. Akibat kejadian itu, korban mengalami 10 luka di kepala, enam luka di tangan, luka robek sekitar 10 centimeter di atas pusar dan luka robek di bahu kiri.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini