nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pelaku UMKM Sarankan Jokowi Tiru Tiongkok dalam Sistem Pajak

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Selasa 18 Juni 2019 19:38 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 06 18 337 2068003 pelaku-umkm-sarankan-jokowi-tiru-tiongkok-dalam-sistem-pajak-XN8VXR0ovn.jpg Jokowi bertemu dengan pelaku UMKM di Istana (Foto: Fakhrizal Fakhri)

JAKARTA - Para pelaku sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menyarankan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar meniru sistem perpajakan Tiongkok untuk usaha mikro dan kecil. Saran tersebut diberikan menyusul Jokowi yang meminta masukan kepada pelaku UMKM.

"Kami usulkan pajak yang sudah diturunkan 1 persen menjadi 0,5 persen tapi dari sisi omzet terasa masih terlalu berat bagi kami. Maka, kami minta, sama dengan negara China yang 2020 itu usaha mikro dan kecil itu minta 0 persen," kata Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Ikhsan Ingratubun di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (18/6/2019).

Ia menjelaskan, Pajak Penghasilan (PPh) sebesar 0,5 persen bagi UMKM masih terlalu berat bagi pelaku UMKM. Apalagi, pengenaan pajak dihitung dari omzet, dan bukan dari keuntungan yang diperoleh dari satu usaha.

"Jadi, kami mohon supaya usaha mikro-kecil mengikuti China di 2020 hingga 0 persen," ucapnya.

Baca Juga: Jokowi Undang Pelaku UMKM ke Istana untuk Minta Masukan

Jokowi

Selain itu, para pelaku UMKM juga meminta pemerintah agar konsisten dalam menerapkan sistem keuangan syariah.

"Kami usulkan UMKM paling cocok dengan keuangan syariah. Kami juga usul kalau boleh di UMKM jangan ada BI checking lah, terus dengan fintech yang terasa bahwa bunganya terlalu tinggi," katanya.

Ikhsan memastikan, berbagai usulan dari para pelaku UMKM dan pengusaha akan ditindaklanjuti oleh pemerintah lewat masing-masing kementerian yang ada.

"Setelah ini Pak Presiden minta supaya dibahas kebijakan-kebijakan ini, beberapa poin dibahas bersama menteri-menteri dan setelah itu kami akan diundang kembali sekitar 2-3 bulan untuk melakukan review atau membahas kebijakan yang akan dikeluarkan," ujarnya.

Baca Juga: Ketika Presiden Jokowi Merasakan Macet Usai Berlibur di Jogja)

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini