nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menristekdikti Ajak Mahasiswa Kembangkan Talenta Bidang Digital

Selasa 18 Juni 2019 13:11 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 18 65 2067779 menristekdikti-ajak-mahasiswa-kembangkan-talenta-bidang-digital-h4ULfnsyAG.jpg Ilustrasi: Shutterstock

TANGERANG - Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mendorong mahasiswa Indonesia untuk mengembangkan talenta bidang digital karena teknologi digital memainkan peranan penting dalam mendukung kemajuan bangsa dan dunia.

"Kalau anda menolak teknologi, anda akan terisolir dalam kehidupan," kata Nasir dilansir dari Harian Neraca, Selasa (18/6/2019).

Baca Juga: Kejar Ketertinggalan, Anggaran Riset Harus Ditingkatkan Jadi 2%

Dia mengatakan mahasiswa Indonesia dapat belajar sendiri dan belajar dari teknologi luar negeri untuk meningkatkan kemampuan diri. Lagi pula, dengan menguasai di bidang teknologi dan digital, maka mahasiswa dapat menciptakan teknologi dan inovasi di masa mendatang."Talenta digitalnya (mahasiswa Indonesia) harus berkembang," ujar dia.

Perkembangan dunia saat ini semakin pesat, dan dunia digital bergerak dinamis dan maju, untuk itu mahasiswa Indonesia harus mampu mengambil posisi untuk bisa berdaya saing, meningkatkan kemampuan dan memanfaatkan teknologi untuk melahirkan berbagai inovasi dan terobosan.

Baca Juga: Pentingnya Pengembangan Riset untuk Industri

Nasir mengatakan dalam peningkatan kemampuan mahasiswa untuk memiliki keterampilan siap pakai dan mampu masuk dunia kerja dengan baik setelah lulus dari perguruan tinggi, maka pendidikan di kampus juga harus mendukung.

Untuk itu, dia mengatakan ada sebanyak 6.000 paket beasiswa pendidikan vokasi yang disediakan Taiwan untuk anak-anak Indonesia. Dari 6.000 paket beasiswa itu, sebanyak 1.000 paket beasiswa direncanakan akan diberikan kepada mahasiswa Indonesia pada 2019. Namun, sejak awal 2019 hingga saat ini, dari 1.000 paket beasiswa itu, sebanyak 300 paket telah diberikan kepada mahasiswa Indonesia untuk belajar di Taiwan.

Dalam program beasiswa itu, skema pendidikan yang digunakan ada 2+2 di mana mahasiswa Indonesia terlebih dulu belajar di Indonesia selama dua tahun, lalu setelah itu, akan melanjutkan pendidikan selama dua tahun di Taiwan.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini