nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penjabat Menteri Pertahanan AS Mengundurkan Diri demi Keluarga

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Rabu 19 Juni 2019 15:50 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 19 18 2068331 penjabat-menteri-pertahanan-as-mengundurkan-diri-demi-keluarga-GdsO12ya2r.jpg Patrick Shanahan. Foto/Reuters

WASHINGTON - Penjabat Menteri Pertahanan Amerika Serikat Patrick Shanahan pada Selasa (18/6/2019) mengundurkan diri demi keluarganya.

Keputusan Shanahan terjadi saat ketegangan AS dengan Iran sedang meningkat.

"Sangat disayangkan bahwa kondisi menyakitkan dan sangat dalam yang dihadapi keluarga pada masa lalu diungkit-ungkit," kata Shanahan dalam pernyataan.

Shanahan sebelumnya adalah seorang pejabat tinggi di Boeing.

Beberapa jam sebelum menunjuk Kepala Staff Angkatan Darat Mark Esper untuk menggantikan Shanahan sebagai penjabat menteri pertahanan, Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada para wartawan bahwa ia ingin mencalonkan Esper sebagai menteri pertahanan.

Esper adalah mantan pejabat tinggi perusahaan pembuat alat pertahanan, Raytheon, dan veteran angkatan darat.

Shanahan (56) menjabat sebagai menteri pertahanan sementara pada Januari setelah Menteri Pertahanan Jim Mattis tiba-tiba mengundurkan diri karena ketidaksepahaman dengan Trump menyangkut kebijakan.

BacaPria AS Buat Bom "Boneka Beruang" lalu Diletakkan di Tengah Jalan 

BacaDonald Trump Usir Kepala Staf Gedung Putih karena Batuk saat Wawancara

Shanahan sebelumnya dijadwalkan menghadiri sidang peneguhan pencalonan di depan para senator AS ketika dugaan soal kasus kekerasan dalam rumah tangganya muncul di tengah pemeriksaan latar belakang yang dijalankan Biro Penyelidik Federal (FBI).

Surat kabar USA Today melaporkan bahwa FBI telah memeriksa perselisihan sembilan tahun antara Shanahan dan istrinya saat itu.

USA today melaporkan bahwa Shanahan, dalam pernyataan pada Senin (17/6) larut malam, mengatakan bahwa ia "tidak pernah menyerang" mantan istrinya.

Foto/Reuters 

Menurut laporan itu, Shanahan dan istrinya sama-sama mengaku dipukul oleh masing-masing dan bahwa istrinya ditahan setelah kejadian tersebut namun tuntutan digugurkan.

Koran Washington Post juga melaporkan bahwa remaja putra Shanahan diduga memukul ibunya dengan tongkat bisbol pada 2011, yaitu saat keluarga Shanahan sudah tercerai berai. Pemukulan itu menyebabkan sang ibu tidak sadarkan diri dalam keadaan berlumuran darah.

Shanahan menjadi sosok terkemuka pada saat ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran meningkat dalam pekan-pekan belakangan.

Shanahan jugalah yang, pada Senin, mengumumkan bahwa Amerika Serikat akan mengerahkan sekitar 1.000 tentara tambahan ke Timur Tengah atas kekhawatiran soal ancaman dari Iran.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini