nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Gagalkan Penyelundupan 1,7 Kg Sabu untuk Dikirim ke Kepulauan Seribu

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Rabu 19 Juni 2019 00:26 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 19 338 2068065 polisi-gagalkan-penyelundupan-1-7-kg-sabu-di-kepulauan-seribu-OYuM2yivDW.jpg Kabid Humas Polda Metro Jaya (Foto: Okezone)

JAKARTA - Penyelundupan narkoba berjenis sabu dengan berat 1,7 kilogram berhasil digagalkan petugas Polres Kepulauan Seribu, Jakarta Utara. Selain barang bukti, petugas juga mengamankan MR (23) yang berperan sebagai kurir.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono yang didampingi Kapolres Kepulauan Seribu, AKBP Sandy Hermawan, menjelaskan petugas mengamankan MR pada Senin sekira pukul 13.00 WIB karena gerak-geriknya yang mencurigakan.

"Akhir Mei kemarin kami mendapat informasi bahwa akan ada kegiatan transaksi yang akan membawa narkotika jenis sabu-sabu ke Kepulauan Seribu," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono di Mapolres perwakilan Kepulauan Seribu, Selasa (18/6/2019).

Argo mengakui pihaknya sempat tidak menemukan barang bukti saat menggeledah tubuh tersangka. Namun saat menggeledah rumah kontrakannya, petugas mendapati barang bukti berupa dua plastik sabu-sabu yang masing-masing berisi sabu-sabu seberat 1.005 gram dan 440 gram yang tersimpan di dalam lemari.

Baca Juga: Hajar Petugas, 20 Tahanan Polres Kepulauan Seribu Berhasil Kabur

Narkoba
(Foto: Ilustrasi Narkoba/Okezone)

Selain itu petugas juga menemukan satu bungkus sabu-sabu seberat 305 gram yang berada di atas kursi di rumah kontrakan tersangka. MR diketahui adalah warga Aceh yang baru tiba di Jakarta kurang lebih satu bulan lalu.

Dikatakan Argo, tersangka datang atas perintah atasannya yang berinisial OJ. MR diperintahkan untuk mengambil barang di sebuah hotel di daerah Grogol, Jakarta Barat.

Riza kemudian menerima sebuah dari seorang warga Nigeria yang setelah dibuka ternyata berisi sabu-sabu. Barang tersebut rencananya akan diedarkan di wilayah Kepulauan Seribu dan Jakarta Utara.

"Pelaku kita jerat dengan pasal 114 ayat 2 subsider pasal 112 ayat 2 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara," kata Argo.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini