nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Eksekusi Anggota DPRD Kota Sorong Terpidana Kasus Kepemilikan Pil PCC Ricuh

Chanry Andrew S, Jurnalis · Kamis 20 Juni 2019 22:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 20 340 2068922 eksekusi-anggota-dprd-kota-sorong-terpidana-kasus-kepemilikan-pil-pcc-ricuh-kwXJFdWF1y.png Foto Istimewa

SORONG - Oknum Anggota DPRD Kota Sorong dari Fraksi PAN, yang juga terpidana kasus kepemilikan 9.000 pil PCC yang divonis bebas oleh Ketua Majelis Hakim, Timotius Jemey pada 25 Juni 2018 lalu, Hedrik Poltak Sitorus akhirnya di eksekusi Kejaksaan Negeri Sorong di tempat usaha penginapan miliknya, Pandawa di Rufey pada Kamis (20/6/2019) sore.

Selain Hendrik, dua anak buahnya Jefry Baliude dan Irmawati divonis 9 bulan penjara, denda Rp100 juta, subsider 1 bulan kurungan.

Setelah di eksekusi di tempat persembunyiannya di dalam kamar mandi gudang di penginapan Pandawa, Hendrik langsung dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A, Sorong untuk menjalani hukuman.

Dalam eksekusi tersebut sempat terjadi kericuhan dimana sejumlah orang yang diduga anak buah Henry mencoba menghalang-halangi pihak Jaksa Kejari Sorong dalam proses eksekusi, sempat terjadi adu mulut antara seorang anak buah terpidana dengan beberapa petugas kejaksaan negeri sorong. Dimana pria tersebut mengaku sebagai pengelola tempat penginapan terpidana dan sebagai wartawan.

Sementara tiga anak buahnya yang identitasnya masih dirahasiakan ikut dibawa pihak Kejaksaan Negeri Sorong lantaran diduga ikut merahasiakan tempat persembunyian Hendrik untuk dimintai keterangan.

 Eksekusi

Jaksa yang menangani perkara Hendrik, Henri Siahaan menjelaskan, eksekusi terhadap terpidana Hendrik, Jefry Baliude dan Irmawati berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Nomor 200K/Pid.sus/2019 tanggal 29 April 2019.

"Ketiga terpidana terbukti bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja memyediakan bahan farmasi atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar," kata Henri kepada wartawan.

Dalam putusan tersebut, kata dia, Hendrik divonis 1 tahun penjara, dengan denda Rp200 juta, subsider 2 bulan kurungan, sedangkan dua terpidana lainnya Jefry Baliude dan Irmawati mendapat vonis 9 bulan penjara, denda 100 juta rupiah, subsider 1 bulan kurungan.

"Setelah mengeksekusi Hendrik, dua terpidana lainnya, Jefry Baliude dan Irmawati dalam waktu dekat kami eksekusi. Tiga orang karyawannya akan kami mintai keterangan terkait tindakan mereka yang diduga menghalang-halangi proses eksekusi," sambungnya.

 Eksekusi

Henri mengakui bahwa proses eksekusi berjalan selama kurang lebih satu jam. Terpidana bersembunyi, menghindar dari upaya penangkapan yang dilakukan Kejaksaan Negeri Sorong.

Sebelumnya Hendrik dan dua anak buahnya Jefry Baliude dan Irmawati divonis bebas oleh ketua majelis hakim Pengadilan Negeri Sorong, Timotius Jemey, S.H pada tanggal 25 Juni 2018 lalu. Namun, jaksa penuntut umum, Henry Siahaan, S.H mengajukan Kasasi. Hendrik divonis dan dua anak buahnya Jefry Baliude serta Irmawati divonis bebas dalam perkara kepemilikan 9.000 butir pil PCC.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini