nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Warga Australia Punya Kartu Alergi Makanan saat Berkunjung ke Indonesia

ABC News, Jurnalis · Jum'at 21 Juni 2019 08:59 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 21 18 2069044 warga-australia-punya-kartu-alergi-makanan-saat-berkunjung-ke-indonesia-6i8fkt4LOO.jpg Warga Australia Makan (ABC)

AUSTRALIA - Sebuah kartu berisi daftar alergi makanan kini tersedia di Australia dan sudah diterjemahkan ke 21 bahasa, termasuk bahasa Indonesia.

Mereka yang memiliki alergi makanan tertentu kini bisa menuliskan bahan-bahan makanan apa saja yang membuatnya alergi dalam kartu yang disebut 'Chef Card', kemudian menyimpannya di dompet untuk ditunjukkan saat pergi ke restoran.

 Baca juga: Jurnalis TV Basah Kuyup Dikencingi Singa saat Liputan

Kartu ini dikeluarkan oleh lembaga Allergy & Anaphylaxis Australia sebagai upaya agar pemilik alergi dapat mengkomunikasikan dengan jelas kepada pekerja di restoran soal makanan yang mereka harus hindari.

Hal ini juga dilakukan untuk mencegah kesalahan yang bisa berakibat fatal, seperti kematian, setelah mengkonsumsi bahan makanan tertentu.

contoh kartu alergi

Dari sebuah studi terbaru di tahun 2019, Allergy & Anaphylaxis Australia menemukan empat dari lima responden mereka mendapatkan reaksi alergi setelah makan di luar rumah.

"Kami meminta mereka yang menyiapkan dan menyajikan makanan (termasuk keluarga dan teman-temannya0, juga mereka yang memiliki alergi makanan untuk lebih mendidik diri mereka sendiri bagaimana mencegah reaksi alergi dengan lebih baik, dan bagaimana mengatasinya saat terjadi," ujar Maria Said, CEO dari Allergy & Anaphylaxis Australia dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Australia Gagalkan Penyelundupan Sabu Senilai Rp11 Triliun

Mungkin bagi sebagian Anda merasa alergi terhadap makanan adalah hal yang kecil, tetapi duta Pekan Alergi Makanan di Australia yang digelar pada bulan Mei lalu pernah masuk rumah sakit karena kacang.

"Saya biasanya bisa mengatasi alergi makanan dengan waspada, terutama saat makan di luar," ujar Adam Rozenbachs, Duta Pekan Alergi Makanan di Australia.

"Yang paling berbahaya adalah makanan cumi goreng yang mengandung kacang, yang membuat saya berakhir di rumah sakit," tambahnya yang juga seorang komedian.

"Edukasi seperti ini sangatlah penting dan dapat menyelamatkan jiwa, itulah mengapa sangat penting bagi semua warga Australia untuk waspada terhadap alergi."

Baca juga: Babi Seberat 300 Kg Ini Dilarang Jalan-Jalan di Tanah Milik Pemerintah

Di banyak negara-negara dimana bahasa Inggris bukan menjadi bahasa pengantar membuat sulit untuk mengungkapkan alergi dari bahan makanan dan cara memasaknya.

Karenanya kini 'Chef Card' telah diterjemahkan dalam berbagai bahasa, seperti bahasa Spanyol, Rusia, Jepang, Italia, China, dan Arab.

Migran keturunan Asia di Australia rentan alergi

Murdoch Children's Research Institute dan University of Melbourne pernah membuat penelitian yang menunjukkan anak-anak yang lahir di Australia dari orang tua Asia memiliki tingkat alergi lebih tinggi terhadap makanan tertentu.

Baca juga: Anaknya Autis, Keluarga Indonesia Terancam Dideportasi dari Australia

Penelitian di tahun 2016 itu menunjukkan anak-anak migran dari kawasan Asia telah terpapar pola makan, bakteri, serta lingkungan yang berbeda.

Kacang-kacangan menjadi bahan makanan yang paling sering menyebabkan alergi, selain juga lebih berbahaya dengan resiko tinggi seumur hidup.

"Temuan kami pindah dari Asia ke Australia setelah bayi lahir dapat melindungi terhadap penyakit alergi awal, seperti alergi makanan," kata Profesor Katie Allen dari Murdoch Children's Research Institute.

Mereka juga menemukan bahwa lingkungan di kawasan Australia telah menekan pengembangan alergi, sehingga anak-anak Asia yang lahir di Australia tidak memiliki perlindungan yang sama dan berakhir memiliki alergi pada makanan.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini