Pengantin Baru di Jerman Tewas Setelah Berhubungan Seks BDSM Selama 48 Jam

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 21 Juni 2019 17:01 WIB
https: img.okezone.com content 2019 06 21 18 2069271 pengantin-baru-di-jerman-tewas-setelah-berhubungan-seks-bdsm-selama-48-jam-2N12A6Heww.jpg Ralph Jankus dan istrinya Christel. (Foto: CEN)

KREFELD - Seorang pria di Jerman diadili dengan tuduhan pembunuhan tak berencana atas kematian istrinya barunya setelah keduanya melakukan hubungan seksual BDSM selama 48 jam.

Dilaporkan Daily Mail, Ralph Jankus, 52 tahun dan istrinya Christel, 49 tahun, berhubungan seksual selama 48 jam di malam pernikahan mereka. Namun, Christel mengalami luka-luka internal setelah benda tajam dimasukkan ke dalam tubuhnya dalam sesi seks BDSM yang melibatkan sadisme dan masokisme.

Saat dinas darurat dipanggil empat hari kemudian, mereka tidak dapat menyelamatkan nyawa Christel.

Jankus yang mengakui dirinya adalah seorang sadomasokis, menghadapi tuntutan pembunuhan tak berencana di pengadilan Krefeld, sebuah kota kecil di North-Rhine Westphalia, bagian barat Jerman.

Dia dituntut karena tidak memanggil bantuan dan diduga meninggalkan Christel dalam keadaan terluka selama empat hari. Jankus mengaku tidak mengetahui bahwa istri barunya itu mengalami sakit parah.

Jaksa penuntut umum percaya bahwa Jankus pasti telah menyadari betapa buruknya keadaan istrinya dan bahwa nyawa Christel dalam bahaya.

Ketika diinterogasi, Jankus mengatakan kepada polisi bahwa hubungan seks antara mereka telah disetujui dan bahwa dia telah ambil bagian dalam sesi seks sadomasokisme selama tiga puluh tahun terakhir.

“Itu adalah periode bulan madu kami,” kata Jankus kepada polisi.

Dia menambahkan bahwa dia sangat menyayangi istrinya, bahwa hubungan seksualnya dilakukan suka sama suka. Jankus mengatakan bahwa alih-alih berbulan madu, mereka menikmati sesi seks yang “panas” selama berhari-hari.

Jankus dilaporkan telah mengakui bahwa istrinya sebelumnya mengeluh merasa tidak nyaman dan telah mengunjungi dokter spesialis penyakit dalam yang melakukan kolonoskopi, tetapi tidak ditemukan ada yang salah dengan dirinya.

Spesialis kedokteran forensik sampai pada kesimpulan bahwa wanita itu pasti memiliki semacam kait berduri yang dimasukkan ke dalam tubuhnya dan ketika dicabut benda itu menyebabkan ususnya berlubang.

Putra Christel yang berusia 30 tahun mengklaim bahwa ibunya telah dilecehkan ketika masih anak-anak dan secara mental tidak stabil. Pria yang tidak disebutkan namanya itu menambahkan bahwa ibunya didominasi oleh suaminya dan mulai mengenakan pakaian yang tertutup.

Christel juga diduga melaporkan pelecehan di tangan suaminya sebelum mereka menikah, pada 2017, tetapi kemudian menarik tuduhan ini dan menghabiskan beberapa waktu di klinik psikiatri.

Putranya mengklaim bahwa ibunya melarikan diri ke tempat penampungan wanita pada 2018, sebelum muncul kembali, lebih bahagia dan menikahi pasangannya pada bulan Juli di tahun yang sama.

"Dia mengalami luka di seluruh tubuhnya dan di daerah genitalnya,” kata si anak. “Saya menduga bahwa dia terlalu banyak bertahan dan itu seharusnya tidak sejauh ini."

Dia mengklaim bahwa Jankus 'melecehkan, menganiaya, dan mempermalukan' ibunya, tetapi menambahkan: "Saya pikir dia mencintainya."

Hanya beberapa hari setelah dengan bangga mengumumkan pernikahannya di media sosial, Jankus memposting: “Saya ingin berterima kasih kepada Anda semua atas pesan niat baik yang diterima pada hari pernikahan kami.

“Sayangnya saya harus memberi tahu Anda bahwa istri saya yang tercinta tiba-tiba meninggal hanya delapan hari setelah pernikahan kami. Semua kebahagiaan yang saya alami adalah selama bertahun-tahun bersama istri saya.”

Pasangan itu telah bersama sejak 2011.

Jaksa penuntut umum telah mengonfirmasi bahwa Jankus menghadapi dakwaan pembunuhan tak berencana karena tidak meminta bantuan untuk istrinya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini