nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Didapuk sebagai Ketua Pertemuan CCAC 2019, Indonesia Diapresiasi China

Fahmi Firdaus , Jurnalis · Senin 24 Juni 2019 18:36 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 24 1 2070327 didapuk-sebagai-ketua-pertemuan-ccac-2019-indonesia-diapresiasi-china-ALC4aawJaH.jpeg dok: Bea Cukai

JAKARTA – Mewakili Indonesia sebagai Ketua Pertemuan CCAC (Meeting of Customs Attache Club in China) 2019 bersama India, Bea Cukai memimpin diskusi Smart Customs and Smart Borders yang dihadiri 50 peserta dari 20 negara, terkait update reformasi dan modernisasi kepabeanan sesuai prinsip SMART (Secure, Measureable, Automated, Risk management based, and Technology driven).

Pertemuan yang diselenggarakan pada 19-21 Juni 2019 ini merupakan media koordinasi dan pertukaran informasi kepabeanan para Customs Attache 33 negara anggota WCO yang ditugaskan di China, Hong Kong dan Macau.

Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga, Syarif Hidayat mengungkapkan bahwa dalam presentasi perwakilan Indonesia yang terdiri dari Tenaga Pengkaji Bea Cukai, Atase Keuangan/ Bea Cukai di Hong Kong, dan Direktorat KIAL dijelaskan tentang update reformasi dan modernisasi seperti Ceisa 4.0, Passenger Risk Management, e-performance, BravoBC.

“Indonesia juga berbagi pengalaman mengenai keberhasilan reformasi kepabeanan dan pengembangan smart customs di Indonesia,” ujar Syarif dalam keterangannya.

Dia juga menyampaikan, China secara khusus memberikan apresiasi kepada Indonesia yang telah mampu dan terus berupaya menjawab berbagai tantangan pengawasan dan pelayanan kepabeanan khususnya tantangan geografis melalui smart customs reform and modernization yang selama ini telah dilakukan dan terus dikembangkan Indonesia.

“Pertemuan CCAC 2019 secara keseluruhan telah memberikan masukan bagi Indonesia bagaimana kondisi kemajuan, kebutuhan dan harapan perdagangan global, serta bagaimana administrasi kepabeanan di dunia termasuk Bea Cukai mampu memfasilitasi dan mengamankan perdagangan global, antara lain melalui e-commerce, supply chain logistic, IT platform and block chain, global trade partnership, customs partnership, dan tax management system,” pungkasnya.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini