nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Motif Pelaku Tega Cekik Tunangannya hingga Tewas

Hambali, Jurnalis · Selasa 25 Juni 2019 00:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 24 338 2070408 ini-motif-pelaku-tega-cekik-tunangannya-hingga-tewas-f9w76qu0vy.JPG Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Ferdy Irawan (Foto: Hambali/Okezone)

TANGSEL - Jakaria (18), kini mendekam di sel tahanan Mapolres Tangerang Selatan (Tangsel). Siswa kelas 3 SMK itu, harus memertanggungjawabkan perbuatannya lantaran nekat menghabisi nyawa Fifi Sri Lestari (17), gadis yang merupakan tunangannya sendiri.

Jasad Fifi ditemukan warga tertelungkup di semak belukar yang berada dekat danau bekas galian pasir, Kampung Babat, RT 01/RW 01, Desa Babat, Legok, Kabupaten Tangerang, Jumat 21 Juni 2019 siang, sekira pukul 14.00 WIB.

Pelakunya tak lain adalah Jakaria (18), remaja yang tinggal di Kampung Sodong, RT 02/RW 03, Desa Sodong, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Dia merupakan tunangan dari Fifi, yang disebutkan telah merencanakan pernikahan setelah sekolahnya tamat.

Namun takdir berkehendak lain, amarah api cemburu telah menuntun Jakaria menghabisi nyawa kekasihnya. Hal itu terjadi disebabkan, pernyataan-pernyataan korban yang selalu membandingkan dengan mantan kekasihnya terdahulu.

"Percekcokan tersebut terjadi karena adanya rasa cemburu dari tersangka, akibat pihak korban ini sering membanding-bandingkan antara tersangka ini dengan mantan pacarnya korban," ungkap Kapolres Tangsel, AKBP Ferdy Irawan kepada wartawan, Senin (24/6/2019).

Keributan itu terjadi di dalam mobil Honda CRV milik orangtua Jakaria. Sedianya, sejoli itu pergi untuk sekadar berkeliling mencari makan. Tapi di tengah perjalanan, cekcok mulut pecah dan berlanjut pada aksi kekerasan fisik oleh Jakaria, korban lantas dicekik di bagian lehernya hingga lemas dan tak sadarkan diri.

"Terjadi perkelahian di dalam mobil, dan pada waktu itu menurut keterangan dari tersangka yang sesuai dengan hasil visum, bahwa korban meninggal akibat adanya cekikan di leher yang menyebabkan patah tulang di bagian leher. Ini yang menyebabkan korban meninggal dunia," tuturnya.

Saat jasad Fifi ditemukan, kondisinya cukup mengenaskan, di mana didapati beberapa luka dan memar bekas aksi kekerasan. Tak ada identitas apapun yang ditemukan dari jasad korban, sehingga hal itu membuat polisi sedikit kesulitan untuk mengungkap peristiwa pembunuhan tersebut.

Ilustrasi Mayat

"Awalnya dari petugas kesulitan mengungkap identitas korban. Sehingga dibuatlah sketsa dari korban ini, lalu menyebarluaskannya ke masyarakat, siapa tahu ada yang mengenalnya. Hingga akhirnya dari sketsa ini didapat identitas dari korban," kata Ferdy.

Selanjutnya, petugas terus melakukan penyelidikan. Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), didapat keterangan dari sejumlah saksi. Dikatakan Ferdy, petugas lantas mendapatkan petunjuk dari penyelidikan itu bahwa pelaku pembunuhan merupakan orang dekat korban.

Kecurigaan pun mengarah kepada sang tunangan korban, bernama Jakaria (18). Saat proses penyelidikan awal, Jakaria bersama keluarga korban turut mendatangi Polsek Legok untuk dimintai keterangan. Seolah tak bersalah, ketika itu Jakaria menunjukkan rasa dukanya melihat sang kekasih ditutup kain kafan.

Jakaria tak bisa mengelak saat alibinya dikonfrontir dengan bukti-bukti yang ada. Di antaranya adalah hasil cek laboratorium pada bagian kuku korban, di mana terdapat bekas kulit yang teridentifikasi sebagai bagian dari anggota tubuh milik Jakaria.

"Ketika dilakukan cek fisik pada tersangka, terdapat luka cakaran. Setelah dicek sisa daging pada kuku korban, ternyata ada bagian (kelupasan) daging dari tersangka ini," ujarnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini