nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Trump Umumkan Sanksi Targetkan Pemimpin Tertinggi Iran Sebagai Respons Penembakan Drone

Rahman Asmardika, Jurnalis · Selasa 25 Juni 2019 11:53 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 25 18 2070570 trump-umumkan-sanksi-targetkan-pemimpin-tertinggi-iran-sebagai-respons-penembakan-drone-X5iQeYPbEf.jpg Foto: Reuters.

WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah menandatangani perintah eksekutif untuk menjatuhkan sanksi baru yang menargetkan Pemimpin Besar Iran, Ayatollah Ali Khamenei dan beberapa pejabat tinggi lainnya. Sanksi tersebut merupakan respons AS atas tindakan Teheran yang menembak jatuh drone-nya pekan lalu.

Trump mengatakan sanksi itu "akan menghilangkan Pemimpin Tertinggi dan kantor Pemimpin Tertinggi Iran, dan mereka yang berafiliasi erat dengannya dan kantornya, akses ke sumber daya keuangan utama dan dukungan."

Dia menambahkan bahwa meski sanksi tersebut mewakili "respons yang kuat dan proporsional terhadap tindakan Iran yang semakin provokatif," AS akan "terus meningkatkan" tekanan terhadap Teheran.

Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin mengatakan bahwa sanksi baru tersebut akan mengunci miliaran dolar aset-aset Iran. Demikian diwartakan Reuters, Selasa (25/6/2019).

Selain menargetkan Ayatollah Khamenei, sanksi tersebut juga dijatuhkan pada delapan komandan senior Angkatan Laut, Udara, dan Pasukan Darat Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC). Mnuchin mengatakan bahwa Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif juga akan menjadi target sanksi tersebut pekan ini.

Sanksi terbaru ditujukan untuk menghapus akses kepemimpinan Iran ke sumber daya keuangan, menghalangi mereka menggunakan sistem keuangan AS atau memiliki akses ke aset apa pun di AS.

"Siapa pun yang melakukan transaksi signifikan dengan orang-orang yang terkena sanksi ini dapat dikenakan sanksi," kata Gedung Putih.

Banyak pihak, termasuk sekutu AS di Asia dan Eropa telah menyerukan agar Washington dan Teheran mengambil langkah untuk meredakan ketegangan, karena kekhawatiran akan kesalahan dari salah satu pihak dapat memicu perang.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini