nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pertanian 4.0, Bagaimana Ciptakan Daging Tanpa Berternak?

Selasa 25 Juni 2019 11:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 25 65 2070554 pertanian-4-0-bagaimana-ciptakan-daging-tanpa-berternak-1l8MLeosgk.jpeg Foto: Sarasehan Tani Nasional (Unbraw)

JAKARTA - Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI) bekerjasama dengan Universitas Brawijaya menggelar Sarasehan Tani Nasional dengan tema “Menciptakan Ekosistem Bisnis Pertanian di Era Revolusi 4.0” bertempat di Gedung E Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya.

Dalam kesempatan tersebut hadir Ketua Umum PISPI Ir. Sunarso, M.Si, Rektor Universitas Brawijaya Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Dr. Ir Damanhuri, MS dan Sekretaris Jenderal PISPI Arief Goentoro, SP.

Perhimpunan sarjana pertanian menilai dalam mendukung terciptanya ekosistem bisnis pertanian 4.0 perlu adanya transformasi yang visioner dan integratif. Visioner dalam artian harus memikirkan kondisi pertanian 100 tahun yang akan datang serta integrative dengan adanya kolaborasi dari berbagai stake holder yang berkepentingan.

Baca Juga: Pelindung Smartphone dari Sari Buah Inovasi 5 Mahasiswa Universitas Brawijaya

Menurut Sunarso yang merupakan Wakil Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI), ada empat hal yang menjadi tantangan yang harus dilakukan dalam mewujudkan ekosistem bisnis pertanian yang berkelanjutan yaitu: mengintegrasikan setiap stakholder yang terlibat dalam pembangunan pertanian, bertani dilahan sempit, bertani di daerah perkotaan dan bertani tanpa tanaman.

“Pertanian yang visioner itu adalah bagaimana melihat peluang dari setiap tantangan demi terciptanya ekosistem bisnis pertanian yang berkelanjutan, seperti bagaimana kita harus bisa bertani di lahan sempit, bertani di daerah perkotaan, dan bertani tanpa tanaman seperti halnya menciptakan daging tanpa berternak melainkan melalui pengembangan bakteri. Hal itu bukan mustahil tercipta dan diproduksi masal di masa depan," ujar dia dalam keterangannya, Selasa, (25/6/2019).

"Terakhir adalah bagaimana mengintegrasikan setiap stakeholder yang terlibat dalam pembangunan pertanian," sambung dia.

Baca Juga: Universitas Brawijaya Sabet Akreditas A dari BAN-PT

Sementara itu, Rektor Universitas Brawijaya Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani menambahkan, Indonesia harus memiliki visi pertanian yang terarah dan jelas serta menjawab tantangan perubahan zaman. Di masa depan Indonesia sudah harus menjadi lumbung yang siap untuk memenuhi kebutuhan pangan dunia.

”Konsekuensinya kita harus siap meningkatkan daya saing produk. Faktor utama yaitu meningkatkan keunggulan SDM sektor pertanian. Kita harus mampu menciptakan agropreneur muda yang handal dalam manajerial bisnis, penguasaan teknologi dan pemasaran serta memiliki pemikiran yang kreatif, rasional dan visioner,” tutupnya.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini