Canggihnya Mobil Listrik Skoda hingga Audi, Ternyata Libatkan Siswa SMK

Koran SINDO, · Kamis 27 Juni 2019 12:16 WIB
https: img.okezone.com content 2019 06 27 65 2071534 canggihnya-mobil-listrik-skoda-hingga-audi-ternyata-libatkan-siswa-smk-j8pB0sSKzU.jpg Mobil Listrik SMK (Foto: Koran Sindo)

Namun, setiap sekolah meminta mereka menyesuaikan mobil yang dibuat menyesuaikan dengan kebutuhan negara di mana sekolah itu berada. Contohnya Volkswagen Academy di Pune, India yang membuat sebuah mobil pemadam kebakaran dengan ukuran mini.

Mobil itu diyakini sesuai dengan keinginan masyarakat India yang butuh mobil pemadam kebakaran yang mampu masuk ke berbagai wilayah di India yang jalannya dominan tidak lebar.

Namun, tidak semua pabrikan automotif dunia mengikuti gaya Skoda dan Volkswagen. Ada juga beberapa merek mobil di dunia melakukan cara yang berbeda. Seperti BMW dan Audi yang membuka kesempatan kepada siswa sekolah menengah kejuruan untuk berlatih langsung di pabrik mereka.

Tidak seperti Skoda, Audi dan BMW tidak membuka sekolah vokasi dalam lingkungan mereka. Alih-alih mereka membuka kesempatan kepada siswa SMK untuk latihan langsung di pabrik mereka.

Pabrik Audi di Brussels, contohnya, menerima 10 siswa menengah kejuruan yang ada di wilayah Brussels. Mereka langsung dilatih selama 600 jam untuk mampu tidak hanya mengerti masalah teknis mobil, juga membuat mobil.

“Sejak pertama kali diperkenalkan, kami anggap program ini sangat berhasil. Setelahnya kami akan mencoba memperluas program pendidikan yang kami berikan,” ujar Michael Schmid, Director of Staff Affairs Audi.

BMW malah mengaku senang dengan kehadiran para siswa SMK dalam lingkungan mereka. Mereka berencana membuka lagi kesempatan itu dengan jumlah siswa SMK yang lebih banyak.

Maggy Vankeerberghen, Direktur KTA Pro Technica, Belgia mengatakan upaya yang diberikan Audi dan BMW sangat menguntungkan buat para siswa SMK. Menurutnya, siswa SMK jadi lebih memahami dunia kerja lebih baik.

Mereka juga langsung berkenalan dengan teknologi terbaru yang diterapkan di industri automotif. “Para gurunya juga mampu mengembangkan kompetensi mereka sesuai dengan perkembangan dunia industri,” sebutnya.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini