Polisi Antisipasi Pergerakan Massa saat Penetapan Presiden-Wapres di KPU

Arie Dwi Satrio, Okezone · Minggu 30 Juni 2019 12:57 WIB
https: img.okezone.com content 2019 06 30 605 2072791 polisi-antisipasi-pergerakan-massa-saat-penetapan-presiden-wapres-di-kpu-PSmX7S2C5B.JPG Kapolres Metro Jakpus, Kombes Pol Harry Kurniawan (Foto: Achmad Fardiansyah/Okezone)

JAKARTA - Jajaran kepolisian mengantisipasi adanya pergerakan massa saat penetapan presiden dan wakil presiden di Komisi Pemilihan Umum (KPU). Namun, hingga saat ini pihak kepolisian belum menerima informasi adanya pemberitahuan aksi massa yang akan bergerak ke KPU.

"Sampai saa‎t ini tidak ada (informasi pemberitahuan aksi-red)," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Harry Kurniawan, di depan Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (30/6/2019).

Menurut Harry, pihaknya telah mengeluarkan aturan untuk tidak membolehkan adanya aksi massa di depan Gedung KPU, pada hari ini. Sebab, penetapan presiden dan wakil presiden terpilih dilaksanakan pada hari libur.

"Polda Metro Jaya sudah mengingatkan berkali-kali bahwa tidak mengeluarkan perizinan terkait kelompok massa yang akan melaksanakan aksi. Sampai saat ini kita tidak ada pemberitahuan terkait itu," ujar dia.

Kendati demikian, polisi akan tetap melakukan antisipasi adanya pergerakan massa ke KPU. Antisipasi tersebut dilakukan dengan penyekatan di sekitaran jalan yang menuju arah KPU.

"Sudah ada (antisipasi). nanti kami sudah siapkan soal SOP terkait aksi massa baik dari kelompok satu maupun kelompok lain itu sudah kami siapkan ya," tuturnya.

Sekadar informasi, penetapan presiden dan wapres terpilih 2019 akan diawali dengan rapat pleno terbuka dari KPU. Rencananya, rapat pleno terbuka KPU akan digelar sekira pukul 15.30 WIB, sore nanti.

Aparat Kepolisian di Kantor KPU

Pengetatan penjagaan di Gedung KPU sendiri sudah dilakukan sejak pagi hari tadi. Dua ruas Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, yang berada di depan Gedung KPU telah ditutup total.

Pihak kepolisian menutup Jalan Imam Bonjol dengan menggunakan barier (kawat berduri) serta beton pembatas jalan. Sehingga, Jalan Imam Bonjol sudah tidak dapat dilalui oleh pengendara motor sejak pagi ini.

‎Penetapan presiden dan wakil presiden terpilih sendiri dilakukan setelah adanya putusan dari Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa Pilpres. Putusan tersebut menolak seluruh gugatan yang diajukan oleh pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Berdasarkan hasil rekapitulasi penghitungan suara KPU, pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin lebih unggul dari pasangan Prabowo-Sandiaga. Jika tidak ada kendala, KPU akan menetapkan Jokowi-Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden terpilih 2019, pada sore nanti.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini