nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Setara Institute: Mahasiswa UIN Jakarta & Bandung Paling Konservatif dalam Beragama

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Minggu 30 Juni 2019 18:22 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 30 65 2072870 setara-institute-mahasiswa-uin-jakarta-bandung-paling-konservatif-dalam-beragama-9x9hL95H8r.JPG Pemaparan hasil penelitian model beragama mahasiswa di 10 perguruan tinggi oleh Setara Institute (Foto: Sarah Hutagaol/Okezone)

JAKARTA - Setara Institute merilis hasil penelitian model beragama mahasiswa di 10 Perguruan Tinggi di Indonesia, yakni Universitas Indonesia, UIN Jakarta, UIN Bandung, IPB, ITB, Universitas Brawijaya, Universitas Airlangga, Universitas Negeri Yogyakarta, UGM dan Universitas Mataram.

Dalam penelitian ini, Setara Institute menggunakan metode kuantitatif dengan mengambil 1000 sampel mahasiswa dari beragam agama dan lama studi dan margin of error 3,3 persen serta tingkat kepercayaan 93 persen.

Melalui penelitian tersebut, peneliti senior Setara Institute, Noryamin Aini menghasilkan temuan kalau kampus-kampus yang berlatar belakang agama memiliki mahasiswa yang memperlihatkan kecenderungan beragama yang lebih konservatif.

“Yang terlihat dari penelitian jni, kampus-kampus agama itu cenderung, mahasiswanya memperlihatkan kecenderungan beragama yang lebih konservatif,” ujar Noryamin di kawasan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Minggu (30/6/2019).

“Kenapa kampus agama cenderung menampilkan pola perilaku mahasiswa yang konservatif, karena memang penekanan agama itu begitu dominan dan mungkin terpisah dari unsur lain,” katanya menambahkan.

Dari hasil penelitian itu, ditemukan kalau mahasiswa di 5 perguruan tinggi, yakni UIN Jakarta, UIN Bandung, IPB, Universitas Mataram, dan Universitas Negeri Yogyakarta mahasiswa memiliki nilai konservatifme yang tinggi.

Sedangkan untuk perguruan tinggi lainnya, seperti seperti UI dan ITB memiliki latar belakang mahasiswa yang lebih beragam dibandingkan 5 kampus yang tadi disebutkan. Sehingga pola beragama di kampus-kampus itu juga lebih substansialis dan inklusif.

“Terlihat tadi ada 5 kampus yang mereka cenderung inklusif lebih nasionalis. Itukan yang latar belakang mahasiswahya elitis lah kalau dibilang. UI, ITB, Brawijaya, lalu kemudian Unair. Kemudian perlu yang lakn melacar umpamanya di IPB mahasiswanya dari latar belakang status sosial relatif sama enggak dari UI? Dari ITB? Saya kira akan ada yang berbeda,” tuturnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini