nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ditinggal saat Sakit, Suami di Bali Bunuh Istri Sendiri

Agregasi Balipost.com, Jurnalis · Senin 01 Juli 2019 23:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 01 244 2073315 ditinggal-saat-sakit-suami-di-bali-bunuh-istri-sendiri-eXBXqV5qAU.jpg Ilustrasi

SINGARAJA - Setelah mengumpulkan barang bukti dan memeriksa saksi, penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim (Satreskrim) Polres Buleleng menetapan satu tersangka dalam kasus itu. Tersangka itu adalah Nyoman Sumerta (68) yang tidak lain adalah suami korban Ketut Nurti Mahayoni (65).

Meski sudah berstatus tersangka, penyidik dipastikan memberi penangguhan penahanan. Sebab, tersangka menderita penyakit gagal ginjal dan harus melakukan cuci darah dua kali setiap minggu.

KBO Satreskrim Iptu Dewa Sudiasa didampingi Kasubag Humas Iptu Gede Sumarjaya seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK, Senin (1/7/2019) mengatakan, penyelidikan dan penyidikan polisi telah mendapatkan keterangan saksi dan bukti yang kuat. Dari penyidikan sementara, kasus ini berawal ketika korban meninggalkan rumah tanpa seizin tersangka.

(Baca Juga: Pembunuhan Sadis di Tangerang, 2 Tewas dan 1 Kritis)

Tepatnya pada Jumat 28 Juni, korban pergi ke suatu tempat di Denpasar tanpa memberitahukan ke tersangka. Korban baru kembali ke rumahnya, Sabtu 29 Juni sekitar pukul 15.00 Wita.

Mengetahui korban datang, tersangka yang dalam kondisi sakit sudah menunggu di teras rumahnya. Saat itu, tersangka yang tidak bisa mengendalikan emosinya kemudian memeluk korban namun hal itu dihindari.

Saat itu, tersangka berhasil memangku tubuh korban dan langsung menusukkan benda tajam, jenis pisau, ke arah perut. Akibat dua kali tusukan itu, perut korban terluka parah hingga ke luar darah.

Kejadian itu kemudian diketahui tetangganya dan langsung menolong korban dirujuk ke IGD RSUD Buleleng. Sayang, luka tusukan itu mengakibatkan korban harus meregang nyawa. “Penyidikan sementara ini kasusnya murni KDT. Korban sendiri memang pergi tanpa izin dan saat pulang dan mengetahui suaminya (tersangka, red) emosi, korban menghindar, namun dikejar dan dipeluk dan langsung perutnya ditusuk pengutik hingga meninggal dunia,” katanya.

Dewa Sudiasa menambahkan, setelah kejadian itu tersangka sempat membersihkan ceceran darah di lantai teras rumahnya. Tersangka juga membersihkan ujung pengutik yang masih berisi bercak darah. Benda tajam itu pun kemudian dimasukan dalam sarungnya.

Barang bukti itu saat ini telah disita untuk pemeriksaan lebih lanjut. Selain itu, penyidik masih menunggu hasil visum et repertum di RSUP Sanglah.

Nantinya, visum itu mengungkap penyebab kematian korban. “Pengutik itu kita sita dari rumahnya bersama barang bukti lain. Selain itu, kita juga masih menunggu hasil visum untuk mengetahui penyebab kematian korban,” jelasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini