nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Olimpiade Sains Nasional Mencetak Calon Ilmuwan Berkelas Dunia

Subhan Sabu, Jurnalis · Senin 01 Juli 2019 10:55 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 01 65 2073044 olimpiade-sains-nasional-mencetak-calon-ilmuwan-berkelas-dunia-ZZ1Xzwq0hO.jpg Foto: Olimpiade Sains Nasional (Subhan/Okezone)

MANADO - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kembali menggelar Olimpiade Sains Nasional (OSN). Kali ini, ajang bergengsi bagi para ilmuwan belia ini digelar di dua Provinsi yaitu Sulawesi Utara (Sulut) dan DI Yogyakarta.

Ajang OSN di Manado, Sulut menghelat kompetisi bagi siswa SMA/MA sementara di Yogyakarta dihelat kompetisi sains bagi siswa SD/MI dan SMP/MTs. Tahun ini, tema yang diangkat yaitu ‘Mencintai Sains, Mengukir Masa Depan’.

Menurut Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendikbud yang mewakili Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Didik Suhardi, Ph.D, ajang tahunan ke 18 ini menjadi salah satu upaya Pemerintah untuk mencetak calon ilmuwan berkelas dunia yang akan membawa Indonesia pada kesejahteraan.

“Diyakini sains dan teknologi sangat membantu manusia dalam meningkatkan taraf kehidupan dan menyelesaikan permasalahan yang ada secara cepat dan akurat,” katanya saat menyampaikan sambutan pada pembukaan OSN XVIII di Grand Kawanua Convention Center, Manado, Senin (1/7/2019).

 Baca Juga: 685 Siswa Bakal Bertarung di Olimpiade Sains Nasional 2019

Ajang OSN juga menjadi sarana untuk mendapatkan siswa terbaik yang akan mewakili Indonesia di kompetisi sains tingkat intemasional. Oleh karena itu, tambah Didik, Kemendikbud senantiasa berupaya memfasilitasi siswa-siswi di seluruh Indonesia agar bisa belajar seperti para ilmuwan dunia melalui pelengkapan fasilitas laboratorium, alat peraga pembelajaran, dan produk teknologi terbaru. Sebagai negara dengan penduduk terbesar ke-4 dunia, menurut Didik, sumber daya manusia Indonesia harus mampu menguasai sains dan teknologi di seluruh bidang kehidupan.

Namun Didik tak memungkiri hadirnya dampak negatif di balik upaya peningkatan sumber daya dan sarana-prasarana teknologi. Sebut saja pencemaran lingkungan, maraknya hoaks, hingga pergeseran budaya.

“Agar sains dan teknologi dapat memberikan pengaruh yang positif, diperlukan kolaborasi rasionalitas dan nilai-nilai empiris dengan nilai-nilai moral yang berakar pada budaya bangsa dan nilai-nilai religius. sehingga pemanfaatannya diiringi rasa tanggung jawab secara penuh,” jelasnya.

 Baca Juga: Olimpade Sains Nasional 2019 Tingkat SMA di Manado, Pesertanya 685 Siswa

Hal itu, tambahnya, dapat dilakukan dengan penumbuhan budaya literasi dan penguatan pendidikan karakter disemua satuan pendidikan.

Tahun ini, OSN jenjang SMA/MA diikuti oleh 1.078 siswa yang berlaga di bidang Fisika, Kimia, Biologi, Astronomi, Komputer, Ekonomi, Kebumian, Geografi, dan Informatika. Sedangkan OSN jenjang SD/MI diikuti oleh 272 siswa yang berlaga di bidang Matematika dan IPA, sementara jenjang SMP/MTs diikuti oleh 396 siswa yang berlaga di bidang Fisika dan Biologi. Total partisipan termasuk guru pendamping, juri, dan panitia mencapai 2.064 orang.

Siswa berprestasi akan mendapatkan hadiah berupa tabungan, piagam, dan medali/piala. Provinsi yang berhasil mengumpulkan medali/piala terbanyak akan mendapatkan predikat sebagai juara umum dan berhak memboyong piala bergilir Mendikbud. Tahun lalu, juara umum OSN XVII yang digelar di Padang, Sumatera Barat, adalah DKI Jakarta. Selain menjalani lomba, peserta OSN juga akan mengikuti wisata edukasi di sejumlah tempat wisata menarik.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini