nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gubernur Jateng Usul Jokowi Gelar Shalawatan di Istana Usai Dilantik

Taufik Budi, Jurnalis · Selasa 02 Juli 2019 10:59 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 02 512 2073507 gubernur-jateng-usul-jokowi-gelar-shalawatan-di-istana-usai-dilantik-j3rfth1nLy.JPG Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo saat menghadiri kegiatan shalawatan (Foto: Taufik Budi/Okezone)

REMBANG - Sudah enam tahun Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mencantumkan 'Jateng Bershalawat' sebagai agenda rutin sejak kali pertama dilantik pada 2013 silam. Telah merasakan langsung keberkahan shalawat nabi, Ganjar pun mengusulkan agar usai dilantik pada 20 Oktober mendatang Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar shalawatan di Istana.

"Tentu akan membuat suasana semakin adem. Saya rasa itu sebuah awal yang bagus untuk menjalankan pemerintahan. Itu pasti Istana penuh bahkan luber sampai Monas. Masyarakat pasti akan berjubel," ucap Ganjar.

Bukan tanpa alasan, sepanjang Ganjar menggelar acara 'Jateng Bershalawat' ribuan kaum muslimin berduyun-duyun menghadirinya. Terlebih 'Jateng Bershalawat' selalu dipimpin dua ulama terkemuka dan kharismatik yakni Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf dan Habib Luthfi bin Yahya.

Awal mula kegiatan yang berlangsung setiap bulan itu memang tidak terlepas dari peran Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf. Ganjar mengisahkan pertama kali berjumpa habib asal Solo itu di Klaten.

Presiden Jokowi

Menurut dia, kegiatan shalawatan seperti 'Jateng Bershalawat' memang menjadi ciri khas keislaman Tanah Air, yang beribadah dengan guyub, gotong royong, cerminan Bhinneka Tunggal Ika. Bahkan, lanjut Ganjar, saat mantan Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Tufail Malik ikut hadir bershalawat ikut terkesima dengan antusiasme umat Islam Indonesia dalam menghadiri kegiatan shalawatan.

"Beliau bertanya bagaimana menghadirkan orang sebanyak ini? Mereka hadir dengan niat tulus. Bisa tidak ya seperti ini ada di Inggris? Bershalawat dengan merdu dan damai seperti ini. Saya merasa iri sebagai seorang muslim, baru merasakan getaran seperti ini," ujar Ganjar menirukan perkataan Moazzam kala itu.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini