nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengulik Cerita Burung Manguni, Maskot OSN 2019

Selasa 02 Juli 2019 10:24 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 02 65 2073487 mengulik-cerita-burung-manguni-maskot-osn-2019-LAha74nu7B.jpg Foto: Kemendikbud

JAKARTA - Seribuan siswa tingkat SD hingga SMA mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2019 di Sulawesi Utara dan D.I Yogyakarta pada 1 hingga 5 Juli 2019. Event ini gelaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang sudah digelar ke-19 kalinya.

OSN 2019 mengangkat tema 'Mencintai Sains, Mengukir Masa Depan’ dan mengambil burung manguni sebagai maskot-nya. Barung manguni sangat akrab di telinga masyarakat Minahasa, dan merupakan lambang daerah tersebut.

Berikut ini adalah cerita rakyat mengenai burung manguni yang dilansir Okezone dari keterangan tertulis resmi Kemendikbud dan sumber lainnya.

Nama burung manguni atau sebutan lainnya tootosik memiliki arti mengamati. Berdasarkan mitos , burung ini ditugaskan oleh Opo Empung Wangko (penguasa tertinggi dalam struktur keyakinan orang Minahasa) untuk selalu memberi petunjuk kepada bangsa Minahasa.

Suatu hari, leluhur bangsa Minahasa kehilangan arah setelah kampung mereka dilanda air bah. Mereka kemudian diperintahkan pergi ke tanah yang dijanjikan oleh Opo Empung Wangku, namun tak ada yang tahu di mana letaknya. Akhirnya, burung manguni yang membimbing mereka ke tempat tujuan.

Di samping itu, suara burung manguni memiliki arti. Bila pertanda baik, siulannya syahdu dan apabila ada bahaya suaranya tergesa-gesa lemah seakan berbisik. Pertanda akan ada kemenangan mutlak bila suaranya nyaring mengalun dan dilakukan berturut 3 kali 9 (‘telu makasiou’). Angka 3 sendiri memiliki arti Tuhan, Alam, dan Manusia.

Di samping cerita rakyat tentang burung manguni, OSN 2019 menjadi salah satu upaya Pemerintah untuk mencetak calon ilmuwan berkelas dunia yang akan membawa Indonesia pada kesejahteraan.

"Diyakini sains dan teknologi sangat membantu manusia dalam meningkatkan taraf kehidupan dan menyelesaikan permasalahan yang ada secara cepat dan akurat,” katanya saat menyampaikan sambutan pada pembukaan OSN 19 di Grand Kawanua Convention Center, Manado, Sulawesi Utara, Senin (1/7/2019).

Tahun ini, OSN jenjang SMA/MA diikuti oleh 1.078 siswa yang berlaga di bidang Fisika, Kimia, Biologi, Astronomi, Komputer, Ekonomi, Kebumian, Geografi, dan Informatika. Sedangkan OSN jenjang SD/MI diikuti oleh 272 siswa yang berlaga di bidang Matematika dan IPA, sementara jenjang SMP/MTs diikuti oleh 396 siswa yang berlaga di bidang Fisika dan Biologi. Total partisipan termasuk guru pendamping, juri, dan panitia mencapai 2.064 orang.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini