nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

685 Siswa SMA Mulai Berlomba Raih yang Terbaik di OSN 2019

Subhan Sabu, Jurnalis · Rabu 03 Juli 2019 00:20 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 03 65 2073891 685-siswa-sma-mulai-berlomba-raih-yang-terbaik-di-osn-2019-hsWm7dyzr3.jpg Foto: Kemendikbud

MANADO - Sebanyak 685 siswa SMA utusan dari berbagai daerah di Indonesia mulai bertanding di Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2019 yang dilaksanakan di beberapa tempat di Kota Manado, Sulawesi Utara. Penyelenggaraan OSN jenjang SMA mempertandingkan sembilan bidang sains, yaitu Matematika, Fisika, Kimia, Informatika/ Komputer, Biologi, Astronomi, Ekonomi, Kebumian, dan Bidang Geografi.

Untuk bidang Matematika diikuti 77 peserta, Fisika 79 peserta, Kimia 74 peserta, Komputer/Informatika 75 peserta, Biologi 77 peserta, Astronomi 72 peserta, Ekonomi 77 peserta, Kebumian 77 peserta dan Geografi 77 peserta.

Lokasi perlombaan jenjang SMA yang berlangsung di Manado, diselenggarakan di beberapa tempat, yaitu Manado Independent School (bidang Matematika dan Astronomi), SMAN 9 (bidang Fisika), SMAN 1 (bidang Kimia), SMA Katolik Rex Mundi (bidang Informatika), SMA Kristen Eben Haezar (bidang Biologi), SMKN 2 (bidang Ekonomi), SMA St. Nikolaus Lokon Tomohon (bidang Kebumian), dan SMKN 1 (bidang Geografi).

Salah satu pelajaran yang dilombakan adalah komputer/informatika. Kemampuan problem solving (menyelesaikan masalah) menjadi kriteria penilaian utama di bidang tersebut. Salah satu juri OSN di bidang komputer/informatika, Inggriani mengatakan, faktor utama penilaian, yaitu peserta wajib menyelesaikan permasalahan dengan cara yang efektif dan efisien.

"Mereka akan diberi soal tentang situasi yang memerlukan pemecahan masalah secara efektif dan singkat. Peserta juga akan menuliskan solusinya dalam bentuk algoritma program komputer," ujar Inggriani, Selasa (2/7/2019).

Algoritma yang telah dibuat peserta nantinya akan menjadi bagian dari aplikasi yang telah dibuat oleh para juri, sehingga juri tidak akan mengecek jawaban peserta secara manual, tetapi cukup dengan sistem informasi yang telah disiapkan oleh dewan juri yang berasal dari berbagai perguruan tinggi, yakni, Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Sepuluh November, Universitas Indonesia dan Universitas Gadjah Mada. Persiapan juri sendiri sudah berlangsung selama enam bulan terakhir, bekerja sama dengan alumni Tim Olimpiade Komputer Indonesia (TOKI) dalam mempersiapkan soal yang setiap tahunnya dikemas menarik dan berbeda.

"Lomba itu bukan hanya mengalahkan orang lain, tetapi juga mengalahkan diri sendiri," pungkasnya

Selain di Manado, OSN jenjang pendidikan SMP dan SD juga berlangsung di Yogyakarta. Untuk tingkat SMP pelaksanaan OSN dilaksanakan di Hotel Alana Yogyakarta dengan jumlah peserta sebanyak 476 orang, terdiri dari 408 siswa dan 68 orang pendamping. Lokasi pelaksanaan tes untuk mata pelajaran IPA dan IPS bertempat di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dan untuk mata pelajaran Matematika dilaksanakan di SMP 8 Yogyakarta.

Sedangkan untuk jenjang pendidikan SD, dari 272 peserta yang hadir, terdapat 42 peserta atau 15,5 persen berasal dari daerah 3T (terluar, tertinggal, terbelakang). Salah satunya Arthur Tawoka Teurupun, siswa SD Negeri 1 Fakfak, Papua Barat. Walaupun berasal dari daerah yang memiliki keterbatasan akses, ia bisa kembali mengikuti OSN tahun 2019.

Berdasarkan wilayah, OSN tingkat SD tahun 2019 diikuti oleh 171 kabupaten dan kota dengan 33 kabupaten berasal dari daerah 3T atau 19,3% dari keseluruhan kabupaten kota yang mengikuti OSN tahun 2019.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini