nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

OSN 2019 di Manado, Peserta Praktik Fisika Tentukan Koefisien Absorbsi Cahaya

Subhan Sabu, Jurnalis · Rabu 03 Juli 2019 16:38 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 03 65 2074178 osn-2019-di-manado-peserta-praktik-fisika-tentukan-koefisien-absorbsi-cahaya-HkrveOkRVp.jpg Foto: Subhan Sabu/Okezone

MANADO - Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2019 sudah masuk hari kedua. Untuk bidang lomba fisika jenjang SMA, para peserta mendapat tugas praktik mencari koefisien absorbsi cahaya melalui sebuah eksperimen dengan menggunakan bahan dan alat yang sudah disediakan panitia untuk mencari tahu kemampuan menyerap cahaya sebuah material plastik berbagai warna dengan sebuah larutan PK atau antiseptik yang biasa digunakan untuk bayi mandi.

Eksperimen ini menggunakan Hukum Lambert-Beer, dimana para peserta diberikan 100 lembar plastik yang terdiri dari lima warna, yaitu biru, merah, kuning, hijau, dan bening. Masing-masing warna terdapat 20 lembar, dan semua plastik itu harus digunakan pada eksperimen dengan variasi ketebalan berdasarkan jumlah lembar plastik.

Alat yang disediakan adalah sebuah kotak hitam yang berfungsi sebagai transmitter sekaligus receiver sumber cahaya dan memiliki alat sensor. Kemudian ada juga sebuah kotak kayu yang menjadi wadah dimasukkannya larutan. Kotak kayu tersebut juga dilubangi untuk menjadi tempat masuknya cahaya sekaligus menjadi satu-satunya sumber cahaya.

Praktek ini untuk menentukan kemampuan dua material ini, yaitu plastik dan larutan PK, dalam mengabsorb atau menyerap cahaya yang di-generate dari kotak hitam. Semua dipasang di dalam satu wadah, yaitu kotak kayu, di mana cahaya dipasang disatu sisinya, kemudian di sisi lain ada sensor yang mengukur seberapa besar intensitas yang terukur.

"Ketika memvariasikan larutan atau plastik di dalam kotak kayu, dipastikan harus tertutup, kecuali hanya ada satu sumber cahaya. Cahaya masuk dari salah satu lubang di kotak kayu, lalu ada sensor, diukur melalui multimeter di kotak hitam, berapa yang terukur," ujar salah satu juri OSN 2019 bidang Fisika jenjang SMA Syamsu Rosyid, Rabu (3/7/2019).

Dari hasil perhitungan eksperimen itu nantinya akan didapatkan koefisien absorbsi, yaitu kemampuan dari suatu bahan untuk menyerap cahaya. Material plastik yang diberikan kepada peserta memiliki berbagai macam warna karena setiap warna memiliki kemampuan menyerap cahaya yang berbeda-beda.

"Tim juri OSN 2019 bidang Fisika jenjang SMA membutuhkan waktu sekitar 3-4 bulan untuk membuat soal, dari mencari ide sampai soalnya jadi, dan sampai hari ini pun masih disempurnakan," tutur dosen Fisika dari Universitas Indonesia itu.

Untuk penilaian sendiri menurut Rosyid, juri tidak menilai mekanisme peserta dalam mengambil data, yang dinilai hanya hasil pekerjaan mereka, yaitu hasil yang mereka tulis di atas kertas sesuai dengan yang diminta dalam soal ujian praktikum. Tugas inilah yang akan dinilai termasuk dibimbing persamaan eksponensial ini menjadi linier. Setelah linier lalu bagaimana dia mendapatkan data, data kemudian diplot ke dalam grafik, lalu dari grafik dihitung. Dari hitung-hitungan itulah akan didapat koefisien absorbsi.

"Selanjutnya, juri akan melihat koefisien absorbsi dari jawaban peserta, apakah sesuai dengan perhitungan atau pengukuran juri. Kami ukur, kalau terlalu jauh, bisa jadi saat peserta melakukan pengukuran, terdapat penyimpangan atau kesalahan karena bisa saja ada yang ngawur, asal nebak angka, atau yang penting ada angka ada kurva, padahal angkanya bisa aja ngaco," pungkas Rosyid.

Tes praktikum ini berlangsung selama lima jam dan diikuti oleh 79 peserta yang bertempat di SMA Negeri 9 "Binsus" Manado. Mereka akan memperebutkan 30 medali yang terdiri dari 5 emas, 10 perak, dan 15 perunggu. Para peraih medali di OSN 2019 selanjutnya akan diseleksi lagi untuk mengikuti Olimpiade Fisika Internasional atau International Physics Olympiade (IPhO).

Selain itu juga, peserta lomba bidang Geografi yang berlokasi di SMK Negeri 1 melakukan tes praktek yang bertempat di Taman Kesatuan Bangsa. Untuk lomba bidang Matematika dan bidang Astronomi bertempat di Manado Independent School, bidang Kimia di SMA Negeri 1, bidang Informatika bertempat SMA Katolik Rex Mundi, Bidang Biologi bertempat di SMA Kristen Eben Haezar, Bidang Ekonomi di SMK Negeri 2, bidang Kebumian di SMA St Nikolaus Lokon. Untuk bidang kebumian akan melakukan praktek nanti malam sekira pukul 22.00-01.00 Wita.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini