Momen Pertemuan Tim Hukum dengan Jokowi saat Penyerahan Salinan Putusan MK

Arie Dwi Satrio, Okezone · Jum'at 05 Juli 2019 19:16 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 05 605 2075189 momen-pertemuan-tim-hukum-dengan-jokowi-saat-penyerahan-salinan-putusan-mk-fa7yfFZPQY.jpg Jokowi bersama tim kuasa hukumnya di Istana Bogor (foto: ist)

JAKARTA - Salinan putusan sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019 telah diserahkan tim hukum kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), pada Senin, 1 Juli 2019. Tim hukum menyerahkan salinan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tersebut di Istana Bogor, Jawa Barat.

Wakil Direktur Hukum dan Advokasi TKN Jokowi-Ma'ruf, Hermawi Taslim menceritakan momen-momen saat tim hukum diterima oleh Jokowi di Istana Bogor. Saat itu, kata Taslim, pertemuan sangat hangat dan berkesan untuk tim hukum

"Saya sudah berkali-berkali bertemu Pak Jokowi, baik sebagai DPP Nasdem, sebagai Pimpinan Alumni Kelompok Cipayung, maupun sebagai TKN. Tapi, baru pertemuan dengan Tim Hukum kemarin yang sungguh-sungguh menggugah dan meninggalkan kenangan yang begitu manis," cerita Taslim, Jumat (5/7/2019).

 Baca juga: Bertemu Ma'ruf Amin, OSO Ngaku Hanya Bahas Cucunya yang Baru Lahir

Menurutnya, Jokowi saat itu tampil bukan sebagai kepala negara. Melainkan, sebagai pemberi kuasa yang mempercayakan anak buahnya untuk menuntaskan sebuah kasus. Hal itulah yang kemudian menjadi pengalaman manis bagi Taslim.

"Mengapa menggugah? "Karena baru kali itu Pak Jokowi menerima kami bukan sebagai presiden, tapi sebagai prinsipel. Sebagai pemberi kuasa hukum, yang mempercayakan kasusnya kepada kami," ujar Taslim.

 Jokowi saat bersama tim hukum

Taslim lalu menggambarkan suasana pertemuan yang santai dan penuh gelak tawa itu. Pertemuan diawali penyampaian sekapur sirih dari Ketua Tim Hukum 01, Prof Yusril Ihza Mahendra. Selanjutnya, giliran Sekretaris Tim Hukum 01, Irvan Pulungan.

 Baca juga: Dahnil Anzar: Jika Mau Rekonsiliasi Politik, Beri Kesempatan Habib Rizieq Pulang

Kata Taslim, saat itu, Irvan menyampaikan sambutan dengan datar. "Selamat malam Pak Jokowi. Malam ini kami bertemu dengan Bapak bukan sebagai Presiden. Tapi sebagai prinsipel kami. Sebagai orang yang telah memberi kuasa kepada kami untuk menangani perkara bapak di MK," ucap Taslim menirukan perkataan Irvan saat itu.

"Dan malam ini kami menyampaikan bahwa kami telah menunaikan tugas dengan baik. Memenangkan perkara bapak. Sekarang kami akan menyampaikan salinan keputusan. Mohon diterima dengan ikhlas," lanjut Taslim, kembali menirukan perkataan Irvan.

Kemudian, kata Taslim, Jokowi merespon tim hukum dengan pujian. Jokowi, sambungnya, mengakui bahwa tim hukumnya solid, hebat, dan tangguh hingga bisa memenangkan gugatan yang diajukan oleh paslon Prabowo-Sandiaga.

"Sejak awal, saya haqul yakin bahwa kita akan menang. Karena bukti-bukti yang kita ajukan sangat akurat, didukung dengan dalil-dalil yang tepat serta menampilkan saksi dan ahli yang mantap. Itulah sebabnya selama persidangan berlangsung saya dengan tenang tetap menjalankan tugas kenegaraan seperti biasa. Termasuk dinas keluar negri (Korea dan Jepang). Sekali lagi saya sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada tim yang telah memenangkan perkara ini," ujar Jokowi, ditirukan Taslim.

Malam itu, lanjut Taslim, Jokowi sungguh-sungguh tampil sebagai seorang pemberi kuasa. Jauh dari kesan sebagai presiden. Satu demi satu tim hukumnya disalami, sambil makan malam.

 tkn jokowi-maruf

Berdasarkan pandangan Taslim, Jokowi juga terlihat berkali-kali mondar-mandir di sekitar tempat makanan untuk memastikan semua makanan tersedia. Bahkan, Jokowi menyosorkan sendiri makanan kepada tim hukumnya. "Itu sop buntutnya," ujar Jokowi.

Di akhir pertemuan, kata Taslim, Jokowi menghantar pada kuasa hukumnya keluar Gedung Induk Istana Bogor. Kemudian berfoto beramai-ramai dan melayani swafoto.

"Malam terus bergulir tidak terasa, hingga kemudian Pak Moeldoko memberi kode kalau Pak Jokowi masih akan menerima tamu lagi. Kami pun beranjak menuju bus untuk kembali ke Jakarta. Sebuah pertemuan yang sungguh mengesankan!" ujar Taslim mengakhiri kesannya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini