nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Antisipasi Kekeringan, Jabar Bakal Lakukan Rekayasa Cuaca

CDB Yudistira, Jurnalis · Sabtu 06 Juli 2019 13:04 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 06 525 2075378 antisipasi-kekeringan-jabar-bakal-lakukan-rekayasa-cuaca-CQQ0mJaU9L.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

BANDUNG - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis prediksi puncak musim kemarau 2019 di Indonesia akan terjadi pada September. Bahkan saat ini sejumlah waduk atau bendungan di Jabar debitnya mulai berkurang.

Atas itu pun, Pemprov Jabar mencoba untuk melakukan rekayasa cuaca. Namun begitu masih diperlukan kajian terkait efektivitas dan anggaran.

"Kita carikan solusi termasuk yang pernah dilakukan adalah rekayasa cuaca. Tentunya harus dilihat efektivitas karena harganya juga tidak murah, tapi bukan tidak mungkin itu jadi solusi untuk daerah-daerah yang kondisi ekstrem," kata Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Sabtu (6/7/2019).

 Baca juga: Antisipasi Kekeringan, BMKG Imbau Warga Jakarta Bijak Gunakan Air

Kekeringan

Langkah sementara untuk atasi kekeringan, kata dia, pihaknya telah berkordinasi dengan penyedia layanan air bersih yakni PDAM, untuk suplai air murah dengan sistem menjemput bola ke titik-titik warga.

 Baca juga: 68 Desa di Kabupaten Purworejo Kesulitan Air Bersih

Terkait kebutuhan air irigasi bagi pertanian, saat ini memang terjadi penurunan debit air. Hal itu dikarenakan hanya 53 irigasi yang beroperasional. 47 persen irigasi yang yang ada di Jabar lainnya, alami kerusakan dengan kategori ringan, sedang dan berat.

Akibat kondisi ini, berdampak pada areal lahan pertanian yang menjadi kering karena saluran air tersendat. Dinas PSDA juga tengah berupaya dengan mengatur aliran air dari beberapa waduk seperti Jatigede dan Jatiluhur selama beberapa bulan ke depan. (wal)

(erh)

Berita Terkait

Kekeringan di Daerah

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini