nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kirim Chip Rudal AS ke China, Seorang Profesor Terancam Hukuman 219 Tahun Penjara

Rahman Asmardika, Jurnalis · Senin 08 Juli 2019 17:43 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 08 18 2076179 kirim-chip-rudal-as-ke-china-seorang-profesor-terancam-hukuman-219-tahun-penjara-fHlYgb8i2s.jpg Ilustrasi.

LOS ANGELES - Seorang profesor dari University of California, Los Angeles (UCLA) menghadapi hukuman maksimal 219 tahun penjara setelah juri memutuskan dirinya bersalah telah menyelundupkan chip dengan aplikasi militer ke China.

Menurut pernyataan yang disampaikan pejabat, Yi-Chi Shih, seorang insinyur listrik dan profesor ajun di UCLA, dinyatakan bersalah bulan lalu oleh juri Los Angeles. Dia dinyatakan bersalah atas 18 tuduhan, termasuk melakukan ekspor ilegal dan beberapa tuduhan penipuan.

Shih dan terdakwa lain, Kiet Ahn Mai, ditemukan telah bekerja sama untuk menipu produsen chip semikonduktor Amerika Serikat (AS). Menurut jaksa penuntut, Mai menyamar sebagai pelanggan potensial untuk mendapatkan desain chip dari perusahaan yang tidak disebutkan namanya, kemudian secara ilegal mengirim produk ke China.

Dalam sebuah pernyataan yang dilansir The Verge, jaksa penuntut mengatakan chip itu dikirim ke perusahaan China tempat Shih menjadi presiden. Dia membayar skema tersebut melalui rekening bank yang berbasis di AS, yang didanai melalui perusahaan lain yang berbasis di China.

Menurut pernyataan itu, chip-chip yang dicuri dalam skema tersebut "digunakan dalam rudal, sistem panduan rudal, jet tempur, perang elektronik, penanggulangan perang elektronik dan aplikasi radar".

Spionase industri adalah titik utama perselisihan antara AS dan China, masalah yang baru-baru ini semakin meningkat ketika negosiasi perdagangan memanas antara kedua negara. Di masa lalu, AS menuduh perusahaan-perusahaan terkemuka China, termasuk Huawei, mencuri teknologi dari bisnis Amerika.

Vonis untuk Shih akan ditentukan di kemudian hari.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini