nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Juara Sains Nasional Diminta Bersiap untuk Berlaga di Olimpiade Dunia

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 08 Juli 2019 11:43 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 08 65 2075966 juara-sains-nasional-diminta-bersiap-untuk-berlaga-di-olimpiade-dunia-aZRvd2Lcgg.jpg Foto: Olimpiade Sains Nasional (Kemendikbud)

YOGYAKARTA – Gelaran Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2019 telah selesai. Kemendikbud berharap agar siswa pemenang OSN tingkat nasional bersiap kembali untuk berlaga di jenjang olimpiade sains internasional.

Selain di Manado yang telah mengantarkan DKI Jakarta sebagai juara umum OSN tingkat SMA, OSN juga digelar di Yogyakarta yang mempertemukan para siswa SD dan SMP. Di jenjang SMP, Jawa Barat berhasil menjadi juara umum dengan memperoleh 16 medali.

Baca Juga: 685 Siswa SMA Mulai Berlomba Raih yang Terbaik di OSN 2019

Medali yang diperoleh Provinsi Jawa Barat terdiri atas 2 medali emas, 8 medali perak, dan 6 medali perunggu pada tiga bidang yang dilombakan, yaitu Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dan Matematika. Adapun DKI kembali menjadi juara umum tingkat SD dengan membawa 9 medali yang terdiri atas 3 emas, 5 perak dan 1 perunggu.

Sesjen Kemendikbud Didik Suhardi memberikan apresiasi terhadap prestasi yang diraih para siswa dari Provinsi Jawa Barat tersebut. Menurut Didik, prestasi yang diperoleh memerlukan dedikasi, waktu, perhatian, dan semangat yang tinggi dari para siswa peserta OSN mau pun dari para guru pembina.

Baca Juga: DKI Jakarta Kembali Jadi Juara Umum OSN 2019 SMA, Ini Daftar Lengkap Para Pemenang

“Selamat kepada para peserta, prestasi ini pasti diperoleh dengan kerja keras. Kalian semua adalah yang terbaik dari yang terbaik,” tandas Didik saat menutup OSN SMP 2019 di DI Yogyakarta kemarin.

Didik mengatakan, Kemendikbud akan memanggil kembali para siswa yang berprestasi di OSN tingkat nasional untuk mengikuti kompetisi di jenjang internasional.

Dia berharap kepada seluruh peserta agar jangan berpuas diri terlebih dulu. Kepada para guru selaku pelatih dan pembina siswa, Didik berpesan untuk segera mempersiapkan diri mengikuti ajang olimpiade sains skala internasional. Didik berharap, pelatihan kembali dilakukan kepada para siswa pemenang.

Selain itu juga diberikan penyuluhan. Sebab, bertanding di skala olimpiade internasional merupakan suatu hal yang berbeda, memerlukan kerja keras dan pembinaan yang luar biasa. Direktur Pembinaan Sekolah Dasar (Direktur PSD) Ditjen Dikdasmen Kemendikbud Khamim mengatakan, dengan kompetisi ini, anak-anak secara matang mampu terus berupaya untuk menjadi yang terbaik.

Sehingga siswa tidak hanya cerdas intelektual, tetapi juga berkarakter baik dan berakhlak mulia. “Dengan begitu, sesuai amanat presiden, maka siswa SD perlu ditanamkan pendidikan karakter, karena pada saat inilah waktu yang sangat menentukan bagi anak-anak untuk selanjutnya melanjutkan pendidikan di jenjang berikutnya,” ujarnya.

Khamim mengatakan, tahun 2019 merupakan tahun strategis mengingat tahun ini merupakan tahun terakhir dari pembabakan pembangunan pendidikan nasional. Tema yang diangkat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang ketiga yaitu peningkatan daya saing regional.

“Artinya hasil kompetisi yang anak-anak ikuti nanti akan mampu menumbuhkan budaya semangat belajar. Selain itu bagi bapak ibu guru juga akan tumbuh semangat bagaimana agar bisa menyajikan proses pembelajaran yang berkualitas di ruang ke lasnya, berinovasi, menjawab tantangan-tantangan yang kemarin sudah dilalui oleh anak-anak kita,” ujarnya.

Khamim menitipkan pesan kepada para kepala daerah agar memaksimalkan APBD bagi sektor pendidikan.

“Semoga ikhtiar kita bersama untuk menyiapkan generasi yang memiliki daya saing, kompetitif, berkarakter, berkualitas, dan adaptif terhadap perubahan, mudah-mudahan diberikan kemudahan,” ujarnya.

Direktur Pembinaan SMP Ditjen Dikdasmen Kemendikbud Poppy Dewi Puspitawati mengatakan, partisipasi siswa dari seluruh wilayah Indonesia sangatlah penting untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan, khususnya pembelajaran di bidang sains.

OSN, lanjut Poppy, merupakan ajang yang dapat berdampak sistemik bagi ekosistem pendidikan di Indonesia, yaitu mendorong para pemangku kepentingan layanan pendidikan agar dapat memfasilitasi prestasi siswa SMP di ajang skala nasional.

“OSN ini ajang bergengsi karena pemenangnya memiliki kebanggaan tersendiri, dapat memperoleh beasiswa ke universitas ternama di Indonesia,” tandasnya.

Kebanggaan ini, menurut Poppy, menjadi stimulus bagi pemerintah daerah atau sekolah untuk mendukung kemampuan sains para siswa perwakilan wilayah masing-masing. “Di sinilah, secara tidak langsung, kegiatan OSN menggerakkan semua komponen ekosistem pendidikan dalam rangka meningkatkan proses peningkatan mutu pendidikan di bidang sains,” ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini