nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

UI dan ITB Tak Lagi Dibanjiri Peminat, Menristekdikti: Pendaftar SBMPTN 2019 Jadi Rasional

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 09 Juli 2019 14:55 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 09 65 2076588 ui-dan-itb-tak-lagi-dibanjiri-peminat-menristekdikti-pendaftar-sbmptn-2019-jadi-rasional-hxbMrTfC7V.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Hasil Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2019 sudah diumumkan. Banyak hal menarik dari pengumuman ini, yakni Universitas Indonesia (UI) tidak masuk PTN dengan peminat terbanyak.

Tercatat, jumlah peserta yang dinyatakan lulus seleksi pada 85 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se-Indonesia sebanyak 168.742 peserta.

Apa penyebabnya?

Menristekdikti Mohamad Nasir menyatakan, pergeseran ini didorong perubahan sistem dalam SBMPTN 2019 dari tahun-tahun sebelumnya. Di mana pada sistem tahun ini melalui tahap tes dahulu yakni UTBK, kemudian hasil nilai digunakan untuk mendaftar ke PTN yang dituju.

 Baca Juga: Hasil SBMPTN 2019, Kok UI dan ITB Tak Lagi Diminati Siswa?

Hal ini membuat peserta dapat mempertimbangkan hasil nilai yang didapat, untuk mendaftar di PTN yang dirasa memiliki peluang tertinggi untuk diterima.

"Maka orang akan jadi rasional, misal kalau nilainya sebesar ini maka enggak bisa masuk PTN A, sehingga tidak mendaftar ke sana, kemudian berpikir untuk mendaftar di PTN yang mana paling tepat," jelas dia dalam konferensi pers di Kantor Kemenristekdikti, Jakarta, Selasa (9/7/2019).

 Baca Juga: Pengumuman SBMPTN 2019, yang Lolos Hanya 23% Siswa

Dia menyatakan, kondisi ini yang membuat peserta SBMPTN pada tahun ini memilih untuk mendaftar di PTN yang semakin beragam, membuat pergeseran dari tahun sebelumnya.

"Sehingga seperti terlihat jumlah pendaftarnya turun (di PTN favorit tersebut), ini karena orang mulai berpikir rasional. Tapi kan di sisi lain, tetap (PTN favorit) itu masuk dalam daftar PTN dengan nilai tertinggi, sehingga pendaftar dengan nilai tinggi itu ada di UI, UGM, ITB dan sebagainya," katanya.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini