nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pembicaraan Denuklirisasi Akan Berlanjut, AS Ingin Korut Bekukan Program Nuklirnya

Rahman Asmardika, Jurnalis · Rabu 10 Juli 2019 16:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 10 18 2077123 pembicaraan-denuklirisasi-akan-berlanjut-as-ingin-korut-bekukan-program-nuklirnya-gva42BS7GH.jpg Foto: Reuters.

WASHINGTON – Amerika Serikat (AS) menginginkan Korea Utara membekukan program nuklirnya sebagai awal dari proses denuklirisasi di Semenanjung Korea. Hal itu disampaikan Departemen Luar Negeri AS pada Selasa, menjelang putaran baru pembicaraan denuklirisasi dengan Pyongyang yang direncanakan terjadi bulan ini.

Pembicaraan denuklirisasi antara Washington dan Pyongyang yang sempat terhenti setelah kegagalan KTT di Hanoi pada Februari kembali dilanjutkan setelah pertemuan mendadak antara Presiden AS Donald Trump dengan Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un di zona demiliterisasi (DMZ) antara Korea Utara dengan Korea Selatan akhir Juni lalu.

BACA JUGA: Bertemu Kim Jong-un, Trump Jadi Presiden AS Pertama yang Menginjakkan Kaki di Korut

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo mengatakan perundingan kemungkinan akan terjadi "sekitar bulan Juli ... mungkin dalam dua atau tiga pekan ke depan."

Pemerintahan Trump telah membantah laporan New York Times yang mengatakan bahwa sebuah ide mulai terbentuk di antara para pejabat AS untuk berusaha menegosiasikan pembekuan program nukli Korea Utara, alih-alih denuklirisasi total, dan secara diam-diam menerima Korea Utara sebagai negara nuklir.

“Pembekuan, Anda tahu, itu tidak akan pernah menjadi resolusi dari suatu proses. Itu tidak akan pernah menjadi akhir dari suatu proses,” kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri, Morgan Ortagus dalam keterangan pers yang dilansir Reuters, Rabu (10/7/2019).

“Itu akan menjadi sesuatu yang kita tentu harapkan menjadi sebuah awal. Tetapi saya tidak berpikir bahwa pemerintah pernah menandai pembekuan (program nuklir) sebagai tujuan akhir. Itu akan menjadi pada awal dari sebuah proses."

Korea Utara telah membekukan uji coba bom dan rudal nuklir sejak 2017, tetapi para pejabat AS percaya bahwa mereka telah memperluas persenjataannya dengan terus memproduksi bahan bakar bom dan rudal. Mereka ingin melihat pembekuan dalam produksi ini juga.

BACA JUGA: Trump Mengaku Terima 'Surat Indah' dari Kim Jong Un

Ortagus mengatakan tujuan Washington tetap merupakan penghapusan total semua senjata pemusnah massal Korea Utara.

Dia mengatakan perwakilan khusus AS untuk Korea Utara, Stephen Biegun, akan bertemu dengan mitranya dari Korea Selatan selama kunjungan ke Eropa pekan ini untuk membahas cara untuk mencapai hal tersebut.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini