nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Putri Arab Saudi Dituduh Perintahkan Pengawal Pukuli Seorang Pekerja

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Rabu 10 Juli 2019 18:20 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 10 18 2077195 putri-arab-saudi-dituduh-perintahkan-pengawal-pukuli-seorang-pekerja-n8SD2pcBCT.jpg Hassa binti Salman. Foto/MSN

PARIS – Adik perempuan putra mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salam dituduh memerintahkan pengawalnya untuk menghajar seorang seorang pekerja di apartemen mewahnya di Paris, Prancis.

Hassa bin Salman putri putri Arab Saudi diduga memerintahkan pengawalnya Rani Saidi, untuk memukuli seorang pekerja bernama Ashraf Eid setelah dia mengambil foto di dalam rumahnya pada September 2016, mengutip Daily Mail, (10/7/2019).

Eid, yang bekerja di blok apartemen mewah, dipanggil untuk memperbaiki sejumlah peralatan rusak dan mengatakan kepada penyelidik bahwa ia membutuhkan gambar yang diambil dengan teleponnya untuk melakukan pekerjaan.

Sang putri membantah tuduhan itu dan tidak hadir di pengadilan. Ia menuduh Eid berniat menjual foto apartemennya di Avenue Foch, yang menjadi tujuan favorit para jutawan asing di Paris.

Foto/Reuters

Eid, yang juga tidak hadir di pengadilan, mengatakan dia diikat dan diperintahkan untuk mencium kaki sang putri, yang diperkirakan berusia 40-an dan dipuji di media yang dikelola pemerintah Saudi sebagai seorang yang aktif dalam dunia amal dan hak-hak perempuan.

Eid mengklaim bahwa dia kemudian dipukuli dan peralatannya disita. Kepada majalah berita Le Point di Prancis, pekerja itu melaporkan bahwa sang putri berteriak "Bunuh dia, anjing, dia tidak pantas hidup."

Baca JugaAda Bukti Putra Mahkota Saudi Terlibat Pembunuhan Jurnalis Jamal Khashoggi

Baca JugaPRT Filipina Diikat ke Pohon karena Taruh Barang Majikan di Luar Rumah

Saidi, yang menemani sang putri dalam perjalanannya di Eropa dan Amerika Serikat, adalah satu-satunya pria dari tiga pengawal yang hadir di pengadilan.

"Ketika saya mendengar sang putri berteriak minta tolong, saya datang dan melihat mereka berebut telepon," katanya kepada pengadilan, merujuk pada sang putri dan pekerja itu.

"Aku menangkapnya dan mengalahkannya. Aku tidak tahu niatnya," katanya.

“Selama 12 tahun kerja, kami sering mengalami peristiwa semacam itu. Orang Arab menginginkan foto dan sang putri adalah seseorang yang sangat penting bagi mereka.”

Said dituduh terlibat dalam kekerasan, mengeluarkan ancaman pembunuhan dan menahan seseorang.

Sang putri segera meninggalkan Perancis setelah insiden itu. Perancis mengeluarkan surat perintah penangkapannya pada Desember 2017.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini