nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

SIPENDI Warnai Teknologi Pendidikan Indonesia di Tengah Revolusi Industri

Kamis 11 Juli 2019 13:19 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 11 65 2077529 sipendi-warnai-teknologi-pendidikan-indonesia-di-tengah-revolusi-industri-dVmdBeE1pk.jpg Foto: Kemdikbud

PANGKALPINANG – Farida Widyawati menjadi juara 1 Apresiasi GTK PAUD dan Dikmas Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional Tahun 2019 kategori Pamong Belajar Unit Pelayanan Teknis Pusat. Penghargaan itu ia dapat berkat karyanya berjudul ‘Sistem Informasi Penilaian Perkembangan Anak Usia Dini’ yang disingkat ‘SIPENDI’.

Inovasi dan kreativitas memang diperlukan untuk menghadapi revolusi industri 4.0. Membuat karya nyata yang dapat mempermudah dan mempercepat suatu pekerjaan merupakan harapan di abad 21. Hal itulah yang coba diberikan oleh Farida Widyawati melalui SIPENDI.

“Kami ingin mempermudah dan mempercepat pendidik untuk membuat sebuah penilaian. Salah satunya layanan kepada pendidik ini dengan SIPENDI,” kata Farida Widyawati.

Karya Farida sejalan dengan topik di kategori lomba yang ia ikuti, yakni “Pengembangan Model Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Memperluas dan Meningkatkan Kualitas Layanan GTK PAUD dan Dikmas”.

“Kami membuat sistem ini untuk mempermudah pendidik. Artinya ketika nanti 2045, pendidik sudah mempunyai kemampuan dalam hal teknologi,” ujar Farida

Farida hadir pada malam Penganugerahan Apresiasi GTK PAUD dan Dikmas Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional Tahun 2019 yang berlangsung Soll Marina Bangka Hotel & Conference Center, Pangkalpinang pada Kamis 27 Juni 2019.

Dalam kesempatan tersebut Farida Widyawati juga mengungkapkan resep sukses Jawa Tengah sebagai Juara Umum Apresiasi GTK PAUD dan Dikmas Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional Tahun 2019.

“Sebelum kami mengikuti lomba ini, kami diberikan training selama 6 hari. Selama TC (Training Center) itu kami dibina tentang bagaimana membuat karya nyata yang baik, melakukan presentasi yang baik. Jadi semuanya yang ada di dalam karya nyata ini diberikan pembinaan selama 6 hari, termasuk senam,” tutur Farida Widyawati.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini