Gerindra Tegaskan Lebih Baik Pulangkan Habib Rizieq Ketimbang Bagi-Bagi Kursi Menteri

Achmad Fardiansyah , Okezone · Sabtu 13 Juli 2019 06:31 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 13 605 2078303 gerindra-tegaskan-lebih-baik-pulangkan-habib-rizieq-ketimbang-bagi-bagi-kursi-menteri-yrBf0rJpU1.jpg Habib Rizieq Shihab (foto: Okezone)

JAKARTA - Partai Gerindra memasukkan syarat rekonsialisasi untuk memulangkan Habib Rizieq Shihab (HRS) ke Indonesia, sebagai bentuk mewujudkan suasana tentram pasca pemilihan presiden (Pilpres) 2019.

"Kita inginkan Indonesia itu guyub. harus ada islah nah. harus menyudahi masalah lama. Lalu kita harapannya semua polarisasi bisa hilang tidak ada yang ada di-dzalimi," kata Wasekjen Partai Gerindra, Andre Rosiade kepada Okezone, Sabtu (13/7/2019).

Baca Juga: TKN Bicara Kemungkinan Adanya Deal Antara Prabowo dan Habib Rizieq 

Kasus Dugaan Makar, Rizieq Shihab Diperiksa Polda Metro Jaya

Andre menyebut, tak ada maksud lain saat memasukkan nama Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu dalam poin rekonsiliasi. Bahkan menurut dia, lebih berharga memulangkan HRS ke Indonesia ketimbang membagi-bagikan jatah menteri sebagai upaya rekonsiliasi pasca Pilpres 2019.

"Kan sudah selesai kompetisinya, kita mau guyub, mau islah. Kami meminta HRS pulang tujuannya baik, kan tidak minta bagi (kursi) menteri, jadi sudah saatnya kembali membangun bangsa," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, rekonsiliasi antara Joko Widodo (Jokowi) dengan Prabowo Subianto sepertinya masih sulit untuk diwujudkan. Pasalnya, kubu Prabowo mengajukan syarat berupa pemulangan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab dalam agenda tersebut.

Pentolan FPI itu sudah hampir dua tahun lebih berada di Arab Saudi setelah Polda Metro Jaya menetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyebaran konten pornografi. Namun, tak lama berselang kasus itu dihentikan karena polisi tak menemukan alat bukti tambahan.

Tak hanya itu, pria berumur 53 tahun itu juga ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan penghinaan Pancasila oleh Polda Jawa Barat. Perkara itu juga telah dihentikan pihak kepolisian pada awal tahun lalu.

Baca Juga: Denda Overstay Habib Rizieq Rp110 Juta, Hendropriyono: Bayar Aja, Susah Amat


(fid)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini