nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gerebek Kelompok Neo-Nazi, Polisi Italia Temukan Senjata dan Rudal Canggih

Rahman Asmardika, Jurnalis · Selasa 16 Juli 2019 11:26 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 16 18 2079487 gerebek-kelompok-neo-nazi-polisi-italia-temukan-senjata-dan-rudal-canggih-iKiB1yWUJK.jpg Foto: EPA.

TURIN - Polisi antiterorisme Italia telah menyita rudal darat ke udara dan senjata-senjata canggih lainnya dalam sebuah penggerebekan terhadap kelompok ekstremis sayap kanan. Polisi menyita propaganda Neo-Nazi dan menangkap tiga orang dalam penggerekan itu.

Berdasarkan laporan media lokal yang dilansir BBC, Selasa (16/7/2019), penggerebekan itu merupakan bagian dari investigasi bantuan kelompok ekstrem kanan Italia untuk pasukan separatis yang didukung Rusia di Ukraina timur. Polisi Italia mengatakan bahwa rudal yang disita adalah salah satu yang digunakan tentara Qatar.

Pasukan polisi khusus Turin, yang disebut Digos, memimpin operasi tersebut dengan dibantu oleh polisi di Milan, Varese, Forli dan Novara.

Media Italia mengidentifikasi mereka yang ditangkap sebagai Fabio Del Bergiolo, 50 tahun, seorang mantan petugas bea cukai Italia dan aktivis partai sayap kanan Forza Nuova; Alessandro Monti, 42 tahun, seorang pria berkebangsaan Swiss; dan Fabio Bernardi, 51 tahun, warga negara Italia.

Rudal yang ditemukan tampaknya adalah tipe Matra Super 530 F. buatan Prancis.

"Selama operasi, sebuah rudal udara-ke-udara dalam kondisi kerja yang sempurna dan digunakan oleh tentara Qatar disita," kata polisi dalam pernyataannya.

Pada 3 Juli, sebuah pengadilan di Genoa memenjarakan tiga pria yang dinyatakan bersalah atas tuduhan berperang bersama separatis yang didukung Rusia di Wilayah Donetsk dan Luhansk, Ukraina.

Dalam kasus Genoa, dua pria warga Italia Antonio Cataldo dan Olsi Krutani kelahiran Albania - mendapat hukuman dua tahun dan delapan bulan. Sementara pria ketiga, warga negara Moldova Vladimir Vrbitchii, mendapat hukuman satu tahun empat bulan.

Lebih dari 10.000 orang tewas dalam pertempuran di Ukraina timur sejak separatis bersenjata berat melancarkan pemberontakan pada April 2014. Pertempuran dengan pasukan pemerintah Ukraina terus berlanjut, tetapi garis depan secara umum tetap statis selama lebih dari setahun.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini