nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Negosiator Korea Utara yang Dilaporkan Telah Dieksekusi Ternyata Masih Hidup

Rahman Asmardika, Jurnalis · Selasa 16 Juli 2019 20:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 16 18 2079720 negosiator-korea-utara-yang-dilaporkan-telah-dieksekusi-ternyata-masih-hidup-yX5uThXmKD.jpg Utusan Khusus Korea Utara untuk AS, Kim Hyok Chol meninggalkan wisma tamu negara di Hanoi, Vietnam, 23 Februari 2019. (Foto: Reuters)

SEOUL – Utusan Korea Utara yang memimpin negosiasi nuklir dengan Amerika Serikat (AS) sebelum kegagalan KTT di Hanoi pada Februari masih hidup. Hal itu diungkapkan oleh anggota parlemen Korea Selatan, bertentangan dengan laporan media yang mengatakan dia telah dieksekusi.

Dalam beberapa pekan terakhir ada sejumlah laporan yang saling bertentangan tentang nasib negosiator Korea Utara setelah KTT yang gagal antara pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un dan Presiden AS Donald Trump yang menemui kegagalan di Vietnam pada Februari.

Kim Min-ki, seorang anggota parlemen yang mendapat pengarahan dari badan intelijen Korea Selatan mengatakan bahwa Kim Hyok Chol, yang memimpin pembicaraan di tingkat kerja dengan utusan AS, Stephen Biegun sebelum KTT Hanoi masih hidup. Anggota parlemen itu tidak menjelaskan mengenai kondisi Kim Hyok Chol.

Bulan lalu surat kabar Korea Selatan, Chosun Ilbo mewartakan bahwa Kim Hyok Chol telah dieksekusi pada Maret. Namun, laporan itu segera dibantah oleh CNN yang mengatakan bahwa Kim masih hidup dan dalam tahanan.

Chosun Ilbo juga melaporkan bahwa Kim Yong Chol, pejabat senior lain yang berperan dalam mempersiapkan KTT yang gagal dengan AS, telah dikirim ke kamp kerja paksa untuk menjalani pendidikan ulang.

Namun beberapa hari, kemudian Kim Yong Chol muncul di sebuah foto media pemerintah bersama Kim Jong-un. Demikian diwartakan Reuters.

Diplomat- diplomat Korea Utara yang berpengalaman telah mengambil alih perundingan sejak KTT Hanoi, dengan seorang diplomat veteran yang memiliki pengetahuan tentang kontrol senjata akan memimpin putaran negosiasi baru.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini