nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mahasiswa UB Ciptakan Aplikasi Pengendali Penggunaan Smartphone bagi Anak

Avirista Midaada, Jurnalis · Selasa 16 Juli 2019 15:20 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 16 65 2079620 mahasiswa-ub-ciptakan-aplikasi-pengendali-penggunaan-smartphone-bagi-anak-2uU4bsfdis.jpg Foto: Mahasiswa UB Buat Aplikasi Pengingat Salat

KOTA MALANG - Berkaca pada penggunaan smartphone yang berlebihan pada anak - anak sehingga berpengaruh pada aktivitas ibadah salat dan belajar mengajar. Tak jarang beberapa sekolah bahkan melarang membawa smartphone lantaran takut mengganggu aktivitas belajar siswa.

Berawal dari sana, tiga mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) menciptakan inovasi smartphone pengingat waktu salat bagi anak - anak dan siswa di sekolah. Aplikasi ini rencananya akan dilombakan dalam kontes Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Perguruan Tinggi (PT) se - Indonesia, kategori desain aplikasi Al Qur'an.

Baca Juga: Ujian Mandiri, 13.073 Peserta Tes di Universitas Brawijaya

Ketiga mahasiswa UB yakni Kirana Aisyah Larasati dari Fakultas MIPA, Sayyidati Nurmuthi'ah dari Fakultas Pertanian, dan Hilmi Aziz Bukhori dari Fakultas Ilmu Komunikasi (Filkom) ini menciptakan aplikasi pengunci smartphone otomatis saat waktu salat tiba.

"Aplikasi ini kami namakan adem aps, kenapa dinamakan adem karena dengan mengingat salat kita akan adem atau dingin. Ini terinspirasi sejak kita masih SMA, di mana waktu SMA kebetulan saya bersama Sayyidati ini satu kelas," ujar Kirana Aisyah Larasati, perwakilan tim pada Selasa (16/7/2019).

Kirana menjelaskan aplikasi adem ini nantinya akan bisa mengatur otomatis terkunci saat waktu salat tiba dan baru bisa digunakan setelah salat selesai.

Baca Juga: Fakta Menarik SBMPTN 2019, Hasilnya Diumumkan Hari Ini

"Dengan fitur salat lock nantinya smartphone itu akan mati dan terkunci dengan sendirinya saat waktu salat. Dengan waktu minimal mengunci 15 menit. Jadi bagi orang tua yang punya anak - anak, aplikasi ini bisa digunakan untuk mengingatkan waktu salat dan belajar. Nanti yang mengatur orang tua," terangnya.

Jadi selain bisa mengingatkan waktu salat, aplikasi ini mampu mengendalikan penggunaan smartphone secara otomatis saat belajar maupun sedang belajar di sekolah.

"Saya kira ini bisa menjadi solusi bagi sekolah - sekolah yang melarang penggunaan smartphone di sekolah. Dan juga mengantisipasi kekhawatiran para guru yang muridnya fokus kepada handphone saat diajar," lanjutnya.

Selain untuk mengingat salat aplikasi ini juga berisi konten - konten agama seperti ayat al-Quran atau hadis disertai terjemah dan makna sebagai pedoman menjalani hari, serta konten informasi islam lainnya.

Nantinya selain dilombakan dalam MTQ Perguruan Tinggi nasional, akan diterapkan di dua sekolah yakni MIN dan MAN 2 Kota Malang.

"Kita sudah kerjasama dengan MIN dan MAN 2 Kota Malang untuk percontohan penerapannya. Nantinya di kedua sekolah itu siswa yang punya smartphone diwajibkan mendownload adem aps di google playstore. Ini mengantisipasi adanya yang masih bermain gadget saat jam pelajaran. Selain itu dari aplikasi ini bisa mengingatkan siswa untuk waktu salat sehingga memudahkan guru," tutur Dosen Pembimbing, Herman Tolle, Dr. Eng., S.T, M.T.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini