nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dituduh Makan Malam Pakai Uang Negara, Menteri Lingkungan Prancis Mundur

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Rabu 17 Juli 2019 11:28 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 17 18 2079988 dituduh-makan-malam-pakai-uang-negara-menteri-lingkungan-prancis-mundur-1fjQB3YMmR.jpg Francois de Rugy. Foto/Courrier International

PARIS - Menteri Lingkungan Prancis François de Rugy telah mengumumkan pengunduran dirinya setelah dituduh menggunakan uang negara untuk makan malam pribadi.

Dia mengecam apa yang dia sebut sebagai "hukuman mati tanpa pengadilan", dengan mengatakan energi yang dia habiskan untuk membela diri telah menghambat pekerjaannya sebagai menteri.

Sebuah situs web investigasi mengatakan dia telah menghabiskan sejumlah besar uang negara untuk makan malam dan merenovasi apartemennya saat ketika menjadi pembicara di parlemen.

Dia membantah melakukan hal itu.

"Serangan dan hukuman mati tanpa pengadilan yang menargetkan keluarga saya, memaksa saya untuk mengambil langkah mundur yang diperlukan ... Saya menyampaikan pengunduran diri saya kepada perdana menteri pagi ini," kata de Rugy, mengutip BBC News, Rabu (17/7/2019).

Baca juga: "Prajurit Terbang" Curi Perhatian saat Perayaan Hari Bastille di Paris

Baca juga: Suara Kokok Terlalu Keras, Ayam di Prancis Dibawa ke Pengadilan

Situs web Mediapart menuduhnya menjadi tuan rumah makan malam mewah, yang menampilkan lobster dan anggur mahal, dan menghabiskan uang publik untuk memperbaharui apartemennya yang disediakan pemerintah.

De Rugy mengakui menjadi tuan rumah makan malam tersebut, mengatakan itu normal untuk pembicara Majelis Nasional, tetapi ia mengeaskan tidak suka lobster.

"Saya tidak suka, saya tidak memakannya, saya memiliki intoleransi terhadap kerang," katanya. Menambahkan, "Aku tidak suka tiram ... Aku benci kaviar, dan sampanye membuatku sakit kepala."

De Rugy mengatakan dia telah mengajukan tuntutan hukum terhadap situs web Mediapart karena pencemaran nama baik, menuduhnya memiliki keinginan "untuk menyakiti, mencoreng, dan menghancurkan".

Presiden Macron mengatakan langkah menteri untuk mengundurkan diri adalah "keputusan pribadi, yang dia hormati, sehingga [Mr Rugy] dapat bebas membela diri," kata istana kepresidenan Elysee.

Pendahulu de Rugy, presenter TV, dan juru kampanye lingkungan Nicolas Hulot, mengundurkan diri tahun lalu, mengatakan Macron dan pemerintahnya belum memberikan cukup dukungan untuk rencananya.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini