nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Simpan Mortir Aktif sejak 2015, Pria Ini Akhirnya Lapor Polisi

Sefnat Besie, Jurnalis · Rabu 17 Juli 2019 22:29 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 17 340 2080271 simpan-mortir-aktif-sejak-2015-pria-ini-akhirnya-lapor-polisi-kfIxIFuODH.jpeg Penemuan mortir aktif di rumah warga (foto: ist)

KEFAMENANU - Dolfianus Uskono, (40) warga RT16/RW07 Desa Oesena, Kecamatan Miomaafo Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT akhirnya melapor ke polisi terkait temuan benda mirip bom yang masih aktif saat meratakan tanah di halaman rumahnya.

Setelah mendapat laporan tersebut, polisi pun akhirnya mendatangi lokasi dan memasang garis polisi agar tidak menimbulkan bahaya bagi warga sekitar, namun benda mirip bom tersebut masih terkubur dalam tanah.

Dolfianus yang ditemui dikediamannya mengakui, temuan benda mirip bom itu pada tahun 2015 silam, saat itu dirinya menyimpan dalam lemari pakaian, namun takut meledak akhirnya dolfianus kembali menguburkan benda itu dekat kandang babi miliknya.

"Saya temukan saat gali tanah, terus saya sempat simpan dalam lemari, kemudian saya takut dan kubur kembali di muka kandang, karena saya takut akan meledak jadi saya lapor ke polisi," kata Dolfianus, Rabu (17/7/2019).

 Mortir aktif

Dolfianus menyampaikan temuan tersebut ke Bripka Ari Kuabib, kemudian disampaikan kepada Kanit Handak Sat Intelkam Res TTU Aipda wilbo Nede kemudian diteruskan ke Kasat Intelkam Kasat Intelkam Polres TTU Iptu Yonhy F. Makandolu dan oleh kasat diteruskan ke Danki Brimob Satgas Pamtas dan juga Kapolres TTU.

Pihak Kepolisian Timor Tengah Utara bersama Danki Brimob Perbatasan dan beberapa anggota Polisi sudah memasang garis polisi di sekitar lokasi sesuai dengan keterangan Dolfianus, meskipun belum diketahui letak sebenarnya karena sudah terkubur sejak 3 tahun silam.

Komandan Kompi Brimob Perbatasan RI-RDTL, Iptu Marchal Ribero, SH mengatakan informasi itu sudah disampaikan kepada Kapolres TTU sebagai pimpinan wilayah setempat, dan untuk lokasi temuan itu pihaknya akan segera melakukan pengawasan hingga tim jihandak dari Kupang tiba.

“Kita tunggu tim jihandak dari Brimobda kupang tiba baru bisa melakukan pengamanan benda yang diduga bom jenis mortir, untuk sementara dilokasi kita koordinasi dengan anggota polres TTU untuk pasang police line,” kata Iptu Marchal Ribero.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini