nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kondisi TKW yang Diperkosa Politisi Malaysia Berangsur Membaik

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Kamis 18 Juli 2019 17:13 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 18 18 2080641 kondisi-tkw-yang-diperkosa-politisi-malaysia-berangsur-membaik-bpbmV0IVWl.jpg Ilustrasi Foto/Shutter Stock

JAKARTA – Kondisi seorang tenaga kerja Wanita (TKW) asal Indonesia yang diduga diperkosa oleh politisi Malaysia berangsur membaik.

Plt Direktorat Perlindungan WNI, Judha Nughara menyampaikan korban pada awalnya mengalami trauma saat ditemui tim dari Indonesia.

“Kondisi korban saat itu baik secara fisik meski secara psikis mengalami trauma,” katanya kepada media, Kamis (18/7/2019).

Foto/Rachmat Fahzry/Okezone

Paul Yong, politikus yang dituduh melakukan perkosaan dalam kasus ini telah menolak tuduhan tersebut, menyebutnya sebagai tudingan palsu dan tidak berdasar.

Baca juga: Politisi Malaysia Diduga Perkosa Seorang TKW

Baca juga: Polisi Malaysia Tahan Enam Orang Terkait Skandal Video Seks Sesama Jenis

Polisi Malaysia juga telah melakukan pemeriksaan terhadap Yong sebagai bagian dari penyelidikan mereka terhadap kasus ini. Yong yang sebelumnya ditahan telah dibebaskan dengan uang jaminan.

Judha menjelaskan korban sebelumnya ditempatkan di rumah aman (safe house) yang berada di kepolisian Ipoh, Perak. Namun korban yang identitasnya masih dirahasiakan itu telah dipindah ke rumah penampungan KBRI di Kuala Lumpur.

“Karena demi kebaikan dan ketenangan korban, karena alasan kedekatan budaya agar dia merasa seperti di rumah,” ujar Judha.

Foto/Malay Mail

Saat ini pihak Indonesia bekerja sama dengan firma hukum Malaysia memberikan pendampingan hukum kepada korban untuk mengetahui langkah-langkah hukum yang akan dilakukan.

Pihak jaksa penutut Malaysia juga masih mengumpulkan info dan bukti terkait kasus dugaan pemerkosaan tersebut.

“Indonesia menujuk pengacara untuk memonitor persidangan,” kata Judha.

Indonesia melalui Kedutaan Besar RI (KBRI) Kuala Lumpur telah mengirimkan nota diplomatik kepada Kementerian Luar Negeri Malaysia sebagai tindak lanjut atas kasus perkosaan seorang TKW di Negara Bagian Perak. Nota diplomatik tersebut disampaikan guna meminta akses kekonsuleran untuk memberikan pendampingan hukum.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini