nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tim Pengmas FKM UI Gelar Kampanye Gemar Konsumsi Sayuran

Fakhri Rezy, Jurnalis · Kamis 18 Juli 2019 19:46 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 18 65 2080712 tim-pengmas-fkm-ui-gelar-kampanye-gemar-konsumsi-sayuran-8l5XSzm7iK.jpg Pengmas FKM UI (Dok UI)

DEPOK - Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) yang diketuai oleh dosen FKM UI Dr. drg. Wahyu Sulistiadi, MARS mengedukasi warga Depok mengenai pentingnya membentuk kebiasaan konsumsi sayuran khususnya pada anak-anak.

Kegiatan Pengmas berlangsung pada Sabtu 13 Juli 2019 di Kelurahan Kukusan, Depok melalui kegiatan sosialisasi dan seminar Gemar Makan Sayur dan Pelatihan vertikultur atau cara bercocok tanam bertingkat yang menghadirkan para warga Kukusan yang terdiri atas Para Ibu Kader, Orang tua serta Anak-anak. Kegiatan ini akan berlangsung hingga Agustus 2019.

 Baca juga: Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro Jadi Calon Ketua Umum Iluni UI

Dalam sesi sosialisasi dan seminar, para dosen FKM UI memaparkan materi Gizi Seimbang. Setelah itu dilanjutkan dengan praktik Vertikultur. Vertikultur merupakan suatu teknik bercocok tanam yang memanfaatkan lahan terbatas lebih optimal, dapat digunakan untuk menanam 20 sampai 30 tanaman bahkan lebih, pada lahan yang hanya berukuran 50 x 50 cm.

Vertikultur dimulai dari pembuatan media tanam, pemberian tanah dan kompos, pembenihan, sampai panen. Selain mengajak para warga untuk membentuk kebiasaan konsumsi sayuran, kegiatan ini diharapkan dapat membentuk kebiasaan warga, khususnya menjadikan Kelurahan Kukusan menjadi percontohan kelurahan yang sehat dan minim sampah.

 Baca juga; UI Batasi Kendaraan dengan Parkir Berbayar

Kami mengajak warga untuk memanfaatkan lahan terbatas yang ada sebagai kebun mini dengan vertikultur sehingga terlihat lebih asri. Kedua, sampah-sampah yang dapat dipakai kembali, seperti kaleng-kaleng bekas, botol-botol bekas bisa digunakan sebagai media tanam atau pot,” ujar Dr Wahyu.

Lebih lanjut, Dr. Wahyu menambahkan bahwa tim Pengmas FKM UI juga melibatkan anak-anak yang dipercaya sebagai agent of change. Anak-anak tersebut dilibatkan dalam kegiatan bercocok tanam sayuran, mulai dari pembenihan sampai panen.

“Supaya anak-anak semangat mengkonsumsi sayuran yang mereka tanam sendiri. Kami juga membebaskan anak-anak untuk berkreasi dari kebun mininya dengan memanfaatkan botol-botol atau kaleng-kalengnya bisa dihias sesuai selera mereka masing-masing,” ujarnya.

Diharapkan serangkaian program untuk kampanye gerakan gemar makan sayuran dapat terus berkesinambungan serta bermanfaat untuk masyarakat, khususnya dalam hal meningkatkan konsumsi sayur-sayuran. Oleh karena itu, selama dan setelah program dilakukan monitoring bersama untuk melihat progres kegiatan sehingga diharapkan mengonsumsi sayuran dan bercocok tanam dapat menjadi kebiasaan di tengah masyarakat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini