nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tim Peneliti FMIPA UI Temukan Bakteri Genus Baru di Mata Air Panas Cisolok

Kamis 18 Juli 2019 19:56 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 18 65 2080718 tim-peneliti-fmipa-ui-temukan-bakteri-genus-baru-di-mata-air-panas-cisolok-HTFL7qA93I.jpg Mata Air Cisolok (Dok UI)

DEPOK - Para dosen dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) yang tergabung dalam tim peneliti Center of Excellence for Indigenous Biological Resources-Genome Studies (CoE IBR-GS) berhasil menemukan bakteri genus baru yang diberi nama Gandjariella thermophila gen. nov., sp. nov.

Bakteri tersebut ditemukan di sekitar geiser (mata air panas) Cisolok, Sukabumi, Jawa Barat. Tren pencarian bakteri pada habitat yang unik membuka peluang untuk pemanfaatannya dalam industri farmasi, pangan, pertanian, dan bioteknologi.

 Baca juga: Tim Pengmas FKM UI Gelar Kampanye Gemar Konsumsi Sayuran

Adalah Dra. Wellyzar Sjamsuridzal, M.Sc., Ph.D, dosen dari Departemen Biologi FMIPA UI beserta koleganya, Fitrianingsih, S.Si., M.Eng. dan Dra. Ariyanti Oetari, M.Phil., Ph.D. yang bekerja sama dengan tim peneliti dari Tohoku University - Jepang berhasil mengungkap genom bakteri Gandjariella thermophila. Bakteri ini sangat unik dan menarik untuk diteliti lebih lanjut, karena banyak mengandung biosynthetic gene clusters (BGCs) yang belum diketahui sehingga dapat menjadi sumber ditemukannya senyawa-senyawa baru. Bakteri Gandjariella diketahui memiliki aktivitas antimikroba pada suhu 50 °C.

 Bakteri di Mata Air Cisolok

Pemberian nama Gandjariella merupakan penghormatan kepada Prof. Dr. Indrawati Gandjar – Guru Besar Emeritus dari Departemen Biologi FMIPA UI yang memiliki kontribusi besar dalam perkembangan ilmu mikrobiologi di Indonesia. Penelitian ini telah dilakukan di kawasan geotermal Cisolok sejak tahun 2013. Tim peneliti memilih menjelajah lokasi tersebut dalam rangka pengungkapan keanekaragaman bakteri termofilik pada habitat yang jarang dieksplorasi di Indonesia, seperti geiser dan hot springs.

 Baca juga: Bus Transjakarta Bakal Ngetem di Kampus UI

“Penemuan Gandjariella thermophila juga telah berhasil kami publikasikan ke “International Journal of Systematic and Evolutionary Microbiology (IJSEM)” Vol.69 tahun 2019 (in press) yang diterbitkan oleh Society for General Microbiology, United Kingdom. Jurnal tersebut termasuk salah satu Jurnal Ilmiah Internasional yang selalu dijadikan rujukan di dalam kajian mikrobiologi dunia,” ujar Wellyzar.

Informasi mengenai sequence lengkap genom Gandjariella thermophila telah didaftarkan di database DNA internasional GenBank/EMBL/DDBJ. Bakteri tersebut memiliki ukuran genom 6.12 Mb dan 5740 gen pengkode protein.

“Dalam taksonomi, Gandjariella termasuk ke dalam filum Actinobacteria, family Pseudonocardiaceae, dan diidentifikasi sebagai genus baru. Bakteri tersebut berfilamen, bersifat aerobik dan termofilik (suhu optimum pertumbuhan 45 °C), menghasilkan pigmen berwarna oranye muda, mampu menghidrolisis berbagai substrat seperti pati, casein, esculin, gelatin, guanine, hypoxanthine, L-tyrosine, dan xanthine,” Wellyzar.

Saat ini, Wellyzar dan tim tengah mengembangkan studi terkait manfaat bakteri Gandjariella thermophila dan beberapa jenis lain yang berkerabat dekat sebagai penghasil senyawa-senyawa bioaktif baru, di antaranya adalah senyawa antimikroba dan enzim. Diharapkan penelitian yang dilakukan oleh Para Peneliti UI mampu mengungkapkan kekayaan hayati Indonesia yang sangat potensial untuk kebutuhan industri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini