nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Teknologi Bujangseta untuk Penuhi Tingginya Permintaan Pasar

Avirista Midaada, Jurnalis · Jum'at 19 Juli 2019 21:11 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 19 1 2081218 teknologi-bujangseta-untuk-penuhi-tingginya-permintaan-pasar-HBZtbqFAzk.jpg Foto: Kementan

KOTA BATU - Menyiasati semakin banyaknya masyarakat Indonesia yang mengkonsumsi buah jeruk, pemerintah melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian menghasilkan teknologi baru bernama Bujangseta.

Teknologi Bujangseta sendiri merupakan singkatan dari Pembuahan Jeruk Berjenjang Sepanjang Tahun pada buah jeruk.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Tanaman (Balitbangtan) Kementan, Fadjry Djufry mengatakan tingginya permintaan jeruk membuat pihaknya berinovasi untuk menciptakan teknologi baru.

"Selama ini stok buah jeruk terkadang naik turun jika masa panen cukup banyak dan membuat harganya murah, tapi kalau waktu tidak masa panen jeruk cukup sulit, sehingga memaksa untuk mengimpor dari negara lain. Dari sanalah kami berinovasi menciptakan teknologi baru," ungkapnya di Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balijetstro) Kota Batu, Jumat (19/7/2019) sore.

Bujangseta sendiri menurut Fadjry merupakan kombinasi dari tiga tahap pemeliharaan. Pertama, manajemen kanopi dengan pemangkasan yang dapat memacu pertunasan vegetatif dan generatif.

Tahap kedua yaitu manajemen nutrisi dengan mengkombinasikan pupuk padat dan cair secara bergantian sehingga tanaman menjadi lebih sehat dan tumbuh dengan baik.

"Terakhir tahapan Bujangseta pada pengendalian hama yang dititikberatkan pada penyakit burik, kusam dan lain - lain," lanjutnya.

Teknologi Bujangseta sendiri sudah mulai dikembangkan di Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balijetstro) Kementerian Pertanian di Kota Batu dan di Banyuwangi.

"Di sini sudah kami uji. Hasilnya kami aplikasi di kebun petani di Banyuwangi, dan memang hasilnya telah panen beberapa kali. Teknologi ini mampu memenuhi permintaan jeruk di pasaran," pungkasnya.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini