Kembangkan Industri Ganja Medis Jadi Prioritas Thailand

Rachmat Fahzry, Okezone · Senin 22 Juli 2019 16:29 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 22 18 2082097 kembangkan-industri-ganja-medis-jadi-prioritas-thailand-NVzKKDxyfc.jpg Daun ganja. Foto/reuters

BANGKOK – Mengembangkan industri ganja medis adalah salah satu prioritas kebijakan utama bagi pemerintah baru Thailand, menurut sebuah dokumen yang dirilis sebelum pengumuman resmi.

Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha, mantan pemimpin junta yang mengepalai pemerintahan sipil setelah pemilihan Maret, akan membawa rencana tersebut ke majelis nasional.

Mengembangkan industri ganja medis adalah tuntutan utama partai Bhumjaithai, salah satu partai terbesar dalam koalisi 19-partai Prayuth.

"Studi dan pengembangan teknologi ganja, rami, dan tanaman obat lainnya harus dipercepat untuk industri medis demi menciptakan peluang ekonomi dan pendapatan bagi masyarakat," kata dokumen itu mengutip Reuters, Senin (22/7/2019).

Baca juga: Legalisasi Ganja untuk Pengobatan Medis Timbulkan Kebingungan di Thailand

Baca juga: Membahas Pro dan Kontra Peran Ganja di Dunia Medis

Thailand, yang memiliki tradisi menggunakan ganja untuk menghilangkan rasa sakit dan lelah, melegalkan ganja untuk penggunaan medis dan penelitian tahun lalu.

Foto/Ist

Pemimpin partai Bhumjaithai Anutin Charnvirakul, sekarang menjadi wakil perdana menteri dan menteri kesehatan, mengatakan tujuan pelegalan ganja agar membantu perekonomian warga Thailand.

Anutin mengatakan kepada media lokal bahwa penting untuk menghilangkan rami yang memiliki tingkap kanabidiol (CBD) tinggi dari daftar obat terlarang untuk penanaman, dan membebaskan rumah sakit untuk meresepkan obat yang mengandung senyawa kimia.

Di antara prioritas pemerintah yang mendesak lainnya adalah mengatasi masalah kekeringan, perburuhan dan ekonomi.

Juga ada dalam daftar itu sebuah studi untuk mengubah sebuah konsitusi baru yang menurut para kritikus mempertahankan kekuasaan militer tanpa batas. Studi ini telah menjadi tuntutan mitra koalisi lain, Partai Demokrat.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini