Naik Motor Sambil Mabuk, 4 Pelajar SMP Tabrak Tukang Nasi Goreng

Agregasi KR Jogja, · Senin 22 Juli 2019 11:31 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 22 510 2081910 naik-motor-sambil-mabuk-4-pelajar-smp-tabrak-tukang-nasi-goreng-gS0rCSl31U.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

YOGYAKARTA - Jajaran Polsekta Kraton mengamankan empat orang pelajar SMP dan SMK dimana dua diantaranya kedapatan mabuk saat mengendarai motor, pada Minggu 21 Juli 2019.

Saat dalam kondisi terpengaruh minunan keras (miras), mereka terlibat kecelakaan lalu-lintas dengan menabrak penjual nasi goreng. Polisi segera memangkap para remaja tersebut dan memberikan pembinaan berupa sujud untuk meminta maaf hadapan kaki orangtua masing-masing.

Para pelajar tersebut yakni IS (16), Ku (19), AE (14) dan FI (14) kesemua warga Kasihan Bantul. Saat kejadian IS memboncengkan Ku mengendarai Yamaha AB-23xx-KL dan AE berboncengan dengan FI menggunakan motor Honda AB-37xx-JK.

 Kecelakaan Lalu Lintas

Mereka beriringan dari arah selatan melintasi Jalan Panembahan. Sesampainya di simpang tiga Mantrigawen ada penjual nasi goreng yang berhenti di bahu jalan dan motor para pelajar ini menabraknya.

"Karena kaget, pengendara Yamaha tidak bisa mengendalikan sepeda motornya dan menabrak gerobak nasi goreng lalu terjatuh. Kejadian serupa juga diikuti motor Honda sehingga keempat remaja ini jatuh bersamaan," ungkap Kapolsekta Kraton, Kompol Etty Haryanti.

Gerobak nasi goreng milik Khusnul yakin (35) warga Patehan Kraton pun hancur berantakan dan perlangkapan jualan berserakan di jalan. Warga di sekitar lokasi segera mengamankan para remaja ini dan beruntung tak ada aksi main hakim sendiri karena Polisi segera tiba di lokasi.

"Keempatnya kami bawa ke kantor, dua diantaranya tengah dalam kondisi mabuk. Korban penabrakan, dalam hal ini penjual nasi goreng mengalami kerugian sekitar Rp 1.000.000 karena gerobaknya rusak," tambahnya.

 Penangkapan

Polisi segera memanggil para orangtua remaja ini dan perwakilan dari pihak sekolah. Di hadapan Polisi mereka diminta untuk sujud kepada orangtua untuk meminta maaf dan berjanji tak mengulangi perbuatannya itu lagi.

Petugas tak melakukan penahanan kepada remaja-remaja tersebut dan hanya pemberikan pembinaan. Sementara orangtua pelajar bersedia membayar kerugian yang menimpa penjual nasi goreng dan mengganti gerobak tersebut.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini