nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

2020, Rektor Asing Bakal Ngajar di Perguruan Tinggi Indonesia

Taufik Budi, Jurnalis · Senin 22 Juli 2019 22:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 22 65 2082247 2020-rektor-asing-bakal-ngajar-di-perguruan-tinggi-indonesia-oiTzz0Wwwo.jpg Foto: Menristekdikti (Dok. Kemenristekdiktik)

SEMARANG – Pemerintah serius akan mendatangkan rektor dari luar negeri untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Tanah Air. Selain menjadi pemimpin perguruan tinggi di Indonesia, mereka juga akan mendapatkan gaji langsung dari pemerintah pusat.

Baca Juga: Menristekdikti Curhat Dibully Gara-Gara Wacana Datangkan Rektor Asing

“Ini yang menjadi tantangan kita (meningkatkan kualitas pendidikan), oleh karena itu bapak presiden mencanangkan kembali di tahun 2020 bagaimana nanti rektor ada dari perguruan tinggi asing,” kata Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), M Nasir, usai menghadiri Rapat Pleno Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Semarang di Kampus Universitas Stikubank (Unisbank) Semarang, Senin (22/7/2019).

Baca Juga: Sah, Akhirnya Indonesia Punya UU Sistem Nasional Iptek!

Untuk memuluskan rencana tersebut, pihaknya akan memetakan perguruan tinggi yang dinilai perlu dipimpin oleh rektor dari luar negeri. Selain itu, juga disiapkan peraturan bagi calon rektor dari luar negeri. Bahkan, bila perlu aturan yang dinilai menghambat akan dicabut.

“Saya akan mapping-kan dulu. Saya akan cabut beberapa peraturan nanti, dan peraturan pemerintah juga disederhanakan supaya bisa memberikan kesempatan bagaimana kompetisi rektor dari luar negeri,” terang dia.

Menurutnya, gaji yang diberikan kepada rektor luar negeri dipastikan tak membebani perguruan tinggi setempat. Sebab, gaji mereka akan ditanggung oleh pemerintah pusat. Meski demikian, Nasir belum menjelaskan besaran gaji yang bakal diberikan.

“Nanti budgetnya saya bicarakan dengan menteri keuangan. Bagaimana kalau rektor dari luar negeri pendanaannya langsung dan pemerintah pusat, supaya tidak mengganggu keuangan yang ada di perguruan tinggi itu sendiri,” cetusnya.

“Kalau mengganggu (keuangan perguruan tinggi itu) memang akan problem, ini akan kami pikirkan,” tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini