nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Nasib Perpustakaan di Era Teknologi, Bisa Move On Jadi Co-Working Space

Rani Hardjanti, Jurnalis · Selasa 23 Juli 2019 16:35 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 23 65 2082584 nasib-perpustakaan-di-era-teknologi-bisa-move-on-jadi-co-working-space-437HeqD9yo.jpg Ilustrasi Perpustakaan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Di era disrupsi teknologi, fungsi perpustakaan tidak akan malah meredup, justru makin meluas asal dikelola dengan profesional. Ada banyak kesempatan dan cara yang bisa diambil pengelola perpustakaan agar makin diminati masyarakat, salah satunya dengan memanfaatkan kecanggihan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Baca Juga: Kepala Perpusnas: Literasi Bukan Sekedar Membaca

Misalnya saja perpustakaan berubah menjadi co-working space bagi anak-anak muda khususnya mahasiswa yang umumnya akrab dengan dunia TIK.

Perpustakaan sebagai co-working space artinya perpustakaan tidak melulu hanya memberikan layanan peminjaman buku. Perpustakaan dapat menjadi fasilitas yang memberikan banyak layanan kepada anggotanya.

Baca Juga: 8 Perpustakaan dengan Katalog Terbanyak di Dunia

Perpustakaan menjadi ruang belajar dan bekerja sama utamanya bagi anak-anak muda yang ingin mengembangkan berbagai usaha rintisan. Untuk itu perpustakaan wajib memberikan pelayanan yang mudah dan cepat dengan memanfaatkan kecanggihan TIK.

“Mengapa tidak perpustakaan menyediakan layanan Go Book, bekerjasama dengan penyedia jasa transportasi berbasis online, sehingga jika ada mahasiswa butuh buku tinggal pesan saja. Atau ada layanan Library On Demand, jadi ada pembahasan mengenai suatu hal berdasarkan buku tertentu yang merujuk pada permintaan anggotanya, yang bisa juga kemudian disiarkan secara langsung ke khalayak, artinya fungsi perpustakaan sebagai sumber referensi ada dimana-mana dan bisa diakses oleh siapa pun juga,” jelas Prof. Eko Indrajit, pakar TIK saat menjadi pemateri dalam seminar bertema Revitalisasi Peran Perpustakaan di Era Disrupsi Teknologi yang digelar oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan Universitas Jember, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (23/7/2019).

Pakar yang juga ketua tim ahli TIK Kementerian Pertahanan ini lantas menyarankan agar perpustakaan melakukan reposisi fungsi dan perannya di masa disrupsi teknologi.

Menurutnya reposisi ini dijalankan dengan memperbaiki tata kelola perpustakaan serta saling berbagi layanan dan sumber daya manusia dengan perpustakaan lain. Sehingga masyarakat luas makin mudah mengakses layanan perpustakaan, tidak hanya bagi segmen tertentu sja misalnya hanya untuk mahasiswa.

“Salah satunya dengan memberikan keleluasaan dan kemandirian akses bagi anggotanya, pengelola perpustakaan justru harus mau memahami keinginan dan kebutuhan anggotanya yang umumnya adalah anak-anak muda yang akrab dengan dunia TIK,” imbuh Prof Eko.

Namun Prof. Eko Indrajit mengingatkan para hadirin seminar yang umumnya pengelola perpustakaan, bahwa ada fungsi perpustakaan yang tidak akan tergantikan oleh kecanggihan TIK.

“Bagi kalangan intelektual, belajar di perpustakaan itu ibaratnya beribadah di tempat ibadah, jadi ada rasa yang tidak bisa tergantikan jika seseorang belajar di perpustakaan dengan belajar di tempat lain. Perpustakaan juga merupakan lokasi diskursus sunyi bagi seseorang untuk melakukan meditasi literasi. Dan jangan lupa perpustakaan itu jadi salah satu indikator peradaban sebuah masyarakat, maka tidak heran jika di negara maju pun perpustakaan secara fisik tetap ada,” imbuhnya lagi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini